Langsung ke konten utama

Diary Umbi (II)

Nisbi (sebuah kisah fiksi dari sebuah negeri)

selamat pagi tuan petinggi, 
Hari ini kau masih hebat sekali, 
Lantang bicaramu penuh energi, 
Menepuk dada membanggakan diri, 
Jabatan tinggi ujarmu, wujud apresiasi 
atas unjuk kerja kerasmu, loyalitas dan dedikasi
yang tak semua orang bisa miliki 

Di tanganmu kini 
seolah kuasa tanpa tepi 
Penentu nasib dan masa depan ribuan umbi 
hanya melalui  jentik ujung jemari
seseorang akan melaju atau terhenti 
peluang-peluang  terbuka,  untuk mereka yang kau sukai, 
kuburan terdalam,  untuk mereka yang kau benci, 
Seolah organisasi itu perusahaan pribadi 

Mungkinkah  kau lupa, duhai.... tuan petinggi 
Di dunia ini tak ada yang abadi 
Esok atau kapan harinya nanti 
Kekuasaan itu tak ada lagi 
mungkin saja kau beranjak mutasi 
atau pensiun membuatmu pengabdianmu terhenti
atau bisa saja berakhir lebih cepat lagi, 
kalau suatu pagi, di suatu hari, 
tetiba saja  Tuhan memanggilmu kembali, 

Tidakkah pernah terbesit ada rasa takutmu,sesekali 
Anak istrimu yang kau tinggal sendiri 
Tenggelam dalam rasa sedih hati 
ketika Kerumun para umbi yang tersakiti 
Berdatangan dalam kepura-puraan empati 
Terdengar lamat bincang mereka sesekali 
 "'Ah...doa kita terkabul secepat ini"' 


Ujung harapan, minggu 050323

Disclaimer : 
Kisah ini adalah rekaan, mohon maaf sekiranya ada yang tidak berkenan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...