Postingan

Jendela Kamar

  Dari balik jendela kamar ini, Aku melihat dunia berputar, Februari datang dan pergi, Meninggalkan jejak yang berpijar.   Lampu kota mulai menyala, Seperti bintang yang jatuh ke bumi, Ada rasa syukur yang meraja, Di dalam relung hati yang sunyi.   Kesunyian ini bukanlah duka, Melainkan ruang untuk berpikir, Tentang apa yang telah dibuka, Dan apa yang harus segera berakhir.   Februari mengajarkan kesabaran, Dalam waktu yang begitu singkat, Bahwa setiap ada pertemuan, Pasti ada perpisahan yang lekat Jakarta, 23 Februari 2026

Kotak Surat Tua

  Ada surat di dalam kotak, Bertuliskan tanggal bulan ini, Februari membuat jantung berdetak, Membaca kata-kata yang murni.   Tinta hitam di atas kertas, Menceritakan rindu yang dalam, Perasaan yang tak lagi terbatas, Menembus dinginnya malam.   Aku menulisnya dengan hati, Berharap kau membacanya segera, Bahwa janji yang aku beri, Bukanlah sekadar sandiwara.   Biarkan surat ini menjadi saksi, Tentang kesetiaan yang teruji, Di bawah langit Februari, Cinta kita kembali bersemi. Jakarta, 23 Februari 2026

Hukum Kekal

by Ash Beige Baby Tanpa dentuman sesuatu di dalam diriku berubah wujud Seperti kapur barus yang dibiarkan terlalu lama Dikira bisa bertahan lama di suhu yang tidak sama Memang, sih awalnya tidak terasa seperti perubahan masih saling sapa dan berbagi cerita sederhana, masih berjalan di rutinitas yang pernah terbentuk bersama Tapi rasa Kadang masih mencoba memahami maksud abstrak masih suka memberi ruang pada ribu alasan yang kupaksa yakini masuk akal Tidak sengaja katanya, bukan begitu maksudnya Terlalu sering memaklumi hal yang sebenarnya menyakitkan itu bukannya terbiasa malah justru mati rasa Dan ketika tiba saatnya, bukan mati dengan rintihan malah hilang diam-diam Dibawa pergi kawanan harapan yang bilang suatu hari aku akan benar-benar dimengerti dan dihargai Tapi aneh, yang berulang salah pahamnya beda waktu dan tempatnya Bungkus yang robek tergeletak di ruang tamu sepuluh hari di kamar tidur tiga hari di lemari lima hari di garasi dua hari Dipikir seperti baru kemarin dibeli, tap...

Service Overdue

Dulu, di saat kamu kecelakaan Kamu menerima luka yang sangat besar yang menjadikan itu pengalaman. Dan itu semua terjadi dikarenakan kelalaian, Tidak becus dalam merawat kendaraan, Tidak memberikan kendaraan kamu perhatian, Disaat dia membutuhkan perawatan, Disaat dia membutuhkan perhatian, Disaat dia menangis selama perjalanan, Di saat dia sudah memberikan peringatan, Tp kamu lebih memilih cuek, bahkan ignoran. Padahal dia yang selama ini selalu menemani kamu setiap hari selama perjalanan. Di awal, disaat kamu cinta sekali dengan kendaraan ini. Disaat kamu belum memiliki, Kamu akan berjuang setengah mati Setelah kamu memiliki, Kamu akan merawatnya sepenuh hati Ya, tp itu hanya diawal saja, Selebihnya selama tidak terjadi apa2, Kamu akan menganggap itu hal biasa. Dan untuk luka yang telah diberikan, Kamu jadikan itu pengalaman Yang memberikan pelajaran Membuat kamu menjadi lebih baik kedepan Tetapi.. luka yang diberikan Terlalu besar dan melekat dibadan, Membuat kamu tidak akan pernah ...

Puisi untuk Sang Pagi

  Mentari muncul dengan malu-malu, Di balik awan Februari yang tebal, Membasuh dingin yang membelenggu, Menjadi cahaya yang kekal. Embun berkilau di atas daun, Seperti permata yang jatuh dari langit, Alam semesta mulai berpantun, Membangunkan jiwa yang sedikit sulit.   Bangunlah wahai para pemimpi, Dunia menunggu karyamu hari ini, Jangan biarkan semangatmu mati, Di bulan yang penuh harmoni.   Februari adalah kesempatan kedua, Untuk memperbaiki yang telah retak, Menjadi pribadi yang lebih dewasa, Dan melangkah dengan lebih bijak Jakarta, 18 Februari 2026

Jejak di Pasir Pantai

  Langkah kaki di atas pasir, Februari membawa angin laut, Debur ombak yang terus mengalir, Menghapus jejak yang tertaut.   Kita berjalan beriringan, Menatap cakrawala yang luas, Meninggalkan semua beban, Merasa bebas dan bernapas.   Garam terasa di ujung bibir, Mentari membakar kulit kita, Biarkan kebahagiaan ini membanjir, Di bulan yang penuh dengan cinta.   Simpan kenangan ini di dalam hati, Sebagai bekal di hari esok, Sebab Februari takkan berhenti, Memberi kejutan yang elok Jakarta, 18 Februari 2026

Glass and Wind

by Ash Beige Baby (This thought has been haunting me these days But It's okay now, Thanks to my friend too.) Somewhere out there, I sense a soft smirk, a careless posture The kind that finds pain entertaining, as long as it belongs to someone else. I receive the signal. They thought cracks meant collapse. Never have they ever asked what pressure does to stone? Nature never shapes gently. Even mountains are not born, they are forced. I believe every hard path my body walks now recently is not punishment. It is calibration. And I am not sorry that I am not breaking. I'll probably just let the wind laugh, right before it turns sand into glass. I remember when I was nineteen. Back then, a cowardly crowd, loud, small, trash senior envious kept shouting my sister’s name through school hallways for one unforgivable crime: being visible, being pretty, being admired. Then the awful came not long after, a severe car crash. Bones fractured, weeks in intensive care A body of little 15 year...