Langsung ke konten utama

Hukum Kekal

by Ash Beige Baby

Tanpa dentuman sesuatu di dalam diriku berubah wujud
Seperti kapur barus yang dibiarkan terlalu lama
Dikira bisa bertahan lama di suhu yang tidak sama
Memang, sih awalnya tidak terasa seperti perubahan
masih saling sapa dan berbagi cerita sederhana, masih berjalan di rutinitas yang pernah terbentuk bersama

Tapi rasa
Kadang masih mencoba memahami maksud abstrak
masih suka memberi ruang pada ribu alasan yang kupaksa yakini masuk akal
Tidak sengaja katanya, bukan begitu maksudnya
Terlalu sering memaklumi hal yang sebenarnya menyakitkan itu bukannya terbiasa malah justru mati rasa
Dan ketika tiba saatnya, bukan mati dengan rintihan malah hilang diam-diam
Dibawa pergi kawanan harapan yang bilang suatu hari aku akan benar-benar dimengerti dan dihargai

Tapi aneh, yang berulang salah pahamnya beda waktu dan tempatnya
Bungkus yang robek tergeletak di ruang tamu sepuluh hari
di kamar tidur tiga hari
di lemari lima hari
di garasi dua hari
Dipikir seperti baru kemarin dibeli, tapi kok habis
Disalahkan kapurnya, padahal pelindungnya yang dibuka paksa

Dalam fisika, tidak ada zat yang benar-benar hilang
Yang ada hanya berubah bentuk; Membeku Menguap Menyublim
Tetap ada, tapi tidak lagi bisa digenggam dengan cara yang sama
Sepertinya, begitu juga aku
tidak marah dan tidak pergi, hanya saja tidak lagi berada dalam bentuk yang dulu
Kamu masih berbicara, aku masih menjawab
Tapi terasa ada jarak seperti ruang antara air dan uap yang dekat secara unsur, jauh secara sentuh
Bukan karena benci, mungkin hanya karena terlalu lama berada di suhu yang mengikis

Kamu tidak hilang dari hidupku, hanya tidak lagi berada di titik yang sama di hatiku
Seperti bakaran tembakau disamping kopi hitam panas pagi mu yang pernah memenuhi gelas
Atau aroma es krim vanilla dan karamel almond dari tubuh ku yang pernah menemani pulang
Kini menjadi uap dan asap
Mengudara seolah masih dalam siklus yang sama
Tapi bukan sesuatu yang bisa kamu nikmati lagi

Dan hukum kekekalan itu sederhana
yang terlalu lama dipanaskan tidak selalu terbakar
kadang hanya menghilang pelan ke semesta
Pergi dari ruang dengan suhu yang tidak lagi berusaha menahannya

Karena Batas yang sudah terlalu sering dilampaui tidak selalu mendatangkan amarah
Justru ketenangan untuk tidak lagi ingin bersama



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....