Postingan

Coincidentally un-Random

Gambar
Visiting a friend for lunch break on the other day, I took a taxi … as the driver asked, “Going there everyday, Ma’am?” I said no, then asked why. Then he said, “Because every time you have this taxi, that building is always your place to go.”  I was surprised, because I had not been there for some time. Then I realized, it was the same driver with the same taxi that I hailed randomly on the street last month. “How did you remember?” I asked. He said, “Because you talked about current events, and it was a great conversation. I also remember your comment before getting out of the car, that your friend’s lobby looked rather pale with less plants/flowers around. Here is the place.” NB: This was written in a personal journal on 12 January 2017.

Pindah Gigi

Ini kisah ketika saya kos waktu kelas 3 SMA dulu. Sebetulnya tidak ada halangan untuk tidak kos, tapi biar kelihatan serius dalam rangka menghadapi EBTANAS. Wah  istilahnya kuno banget ya, beda ama sekarang : UN.  Kalau kos kan biar bisa lebih fokus belajarnya, biar bisa lebih sering diskusi sama teman-teman untuk persiapan ujian, meskipun pada kenyataannya sama juga, bahkan malah lebih sering nongkrongnya daripada belajar. Ssst...  Tapi memang benar apa kata orang ( orang yang mana ya :P ), "kos jauh lebih seru", selalu ada cerita, ada canda dan tawa, ada juga dukanya terutama kalau tanggal-tanggal tua. Hush... kok jadi curhat begini. Saya masih ingat, malam pertama kos, semalaman diiringi lagu 'Hello'-nya Lionel Richie ,  sangat menyentuh dan sekaligus menyedihkan. Menyentuh karena memang lagunya ok banget, dan menyedihkan karena aku gak enak mau matiin lagunya, itu tape recorder punya teman sekamarku. Sekarang kalau dengar lagu itu, jadi ingat masa-mas...

Barangkali Kita

Gambar
Di antara satu kebahagiaan adalah Mengetahui ..oh, bukan.. berada dalam perjalanan, Atau terus berusaha berjalan di Dalam Μencari secarik rahasia rahasia kehidupan Atau, Dianugerahi, Ilmu secuil Dari samudera ilmu yg begitu luas ini Bahwa di luar sana Ada dia Mereka Yang begitu hebat prinsipnya Sabarnya Tulusnya Sehingga terdengar pun tidak Diketahui? Mungkin tak banyak Dirasa? Barangkali iya Karena disembunyikannya cintañya Barangkali ikhlasnya yg begitu halus Sampai tak pernah terucap Atau lisannya tercekat Dari keluhan Seperti tokoh di balik layar Yang begitu kuat namun tiada terlihat Karena barangkali kita silap Memuja emas di depan mata.. Dan abai atas mutiara di dasar sana..

Mengapa Saya Ingin Menulis

Sering kali saya menjumpai tulisan yang membuat saya menangis, tertawa, sedih, menjadi bersemangat, dan berbagai ekspresi lainnya. Hal ini sudah cukup jadi bukti bahwa pengaruh tulisan itu sangat besar terhadap perasaan seseorang. Dengan tulisan yang isinya sangat menyentuh, seseorang dapat terketuk hatinya untuk kemudian tersadar terhadap sesuatu. Tidak sedikit seseorang sulit untuk diingatkan secara lisan, tapi mudah tersentuh oleh nasihat-nasihat yang dikemas dalam bentuk tulisan yang baik. Seseorang bisa juga menjadi terharu ketika membaca tulisan yang dikemas dalam bentuk kisah-kisah inspiratif. Kisah-kisah yang baik ini, tidak akan menginspirasi orang lain apabila tidak ditulis yang kemudian akan dibaca orang lain. Tulisan bisa juga memotivasi seseorang yang pada saat sedang tidak memiliki semangat untuk maju dengan potensi yang sebenarnya sudah dimilikinya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah ilmu-ilmu dari orang-orang sebelum kita, dapat kita pelajari dari tulisan yang dibuat ...

Pendidikan dan Warna-warninya – Part 1

Sebenarnya saya gak ingin menulis soal sekolah dan pendidikan, tapi karena ada anggota sesama komunitas bukannotadinas.com menulis soal pendidikan, rasanya perlu saya  share  sedikit soal pendidikan yang saya alami pada anak-anak saya. Cerita ini memang agak  flashback  karena anak perempuan kedua saya saat itu masih kelas I SD dan dia sekarang sudah kelas V SD.           Bermula dengan semangat empat lima, anak kedua saya, Rafeyfa (Feyfa) bersiap berangkat ke sekolah di hari pertama masuk sekolah. Seperti biasa, hari pertama sekolah dalam tahun ajaran sekolah, anak-anak baru sangat semangat masuk sekolah. Segala perlengkapan sekolah seperti buku, tempat pensil, tas dan baju seragam akan jadi isu utama saat masuk sekolah. Tak terkecuali Feyfa. Berangkat ke sekolah maunya pagi-pagi sekali, bahkan saat itu pukul 06.00 pagi anaknya sudah lebih siap dari orang tuanya yang akan mengantar ke sekolah. Setelah semua siap, si Um...

Suka tapi Benci

Sunyi mulai hadir meskipun malam belum terlalu larut. Perut sudah mulai gelisah ditinggal logistik yang terakhir dipasok sebelum maghrib tadi. Mulut pun kompak ikut menyuarakan aspirasinya, ingin mengunyah sesuatu. Entah ini memang lapar karena belum makan atau sekedar lelah membayangkan Raisa bersanding di pelaminan. Yang pasti, seketika itu aku beranjak menuju dapur mengecek hidangan apa yang tersedia. Dan sudah kuduga, tersaji berbagai macam makanan yang bahan dasarnya sama, daging sapi. Masih kental aroma Idul Adha di hari tasyrik kedua ini. Namun berbagai olahan daging sapi qurban ini tak sedikitpun membuatku berselera. Bukan bosan karena sudah dua hari makan daging sapi, tapi dari dulu aku memang tak terlalu doyan hasil olahan daging qurban. Padahal biasanya aku doyan sekali daging sapi. Mungkin ini efek melihat proses penyembelihannya, jadi sedikit ga tega. Makin lama perut makin tak berkompromi, memaksa aku berpikir keras menentukan menu alternatif malam ini. Akhirnya, tak...

Nasionalisme & Sportifitas (???)

Gambar
Di sela-sela menonton semifinal sepak bola SEA Games antara Indonesia melawan tuan rumah Malaysia, terjadi dialog antara si adek (ad) dan ayahnya (ay) : Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebelum kick off : (ad) : Yah, kenapa pemain itu (menunjuk yabes roni, pemuda asal Alor Nusa Tenggara Timur) nangis saat menyanyikan lagu Indonesia Raya? (ay) : karena kak Yabes Roni (dan yang lain) itu sangat mencintai negara kita dek. Melalui lagu Indonesia Raya, rasa cinta tanah air mereka makin bertambah dan makin besar keinginan untuk membela Indonesia sekuat tenaga. Mereka akan berjuang habis-habisan membela tim Indonesia. (ad) : nangis gitu cengeng gak, yah ?? (ay) : orang kalau cinta, hati dan jiwa mereka akan mudah tersentuh. Cinta kepada Nabi, cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia..juga cinta kepada negara kita....  Jadi kak Yabes Roni dkk itu bukan cengeng, tapi mereka saking cintanya dengan Indonesia, hati dan jiwa mereka jadi terharu saat menyebut nam...

Perlukah Anggaran Pendidikan 20% Terhadap APBN?

Tulisan ini dimaksudkan untuk menjawab tulisan rekan saya  disini . Pengkavlingan anggaran dalam APBN memang menjadi masalah bagi pengganggaran kita. Apalagi jika pengkavlingan itu merupakan mandat dari sebuah undang-undang bahkan dalam konstitusi kita. Saya yakin apabila kita ingin mereview kebijakan ini, akan ada pembahasan yang sangat-sangat alot di senayan, mungkin di ikuti dengan beberapa demo sampai kepada penandatangan petisi online. Tapi sebelum saya jelaskan lebih panjang mari kita lihat dulu hak dan kewajiban warga negara terkait pendidikan yang tertera dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas yaitu “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” (Pasal 5 (1)) serta prinsip pendidikan di Indonesia yaitu “pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa” (Pasal 4 (1)). Oleh karena itu, daripada kita be...