Postingan

Renjana nan cela

Hujan Di Bulan Juli

Riana memandangi saldo rekening di layar ponselnya. Senyum lebar mengembang di bibirnya. Sejenak ia menyenderkan tubuh di kursi kerjanya. Ia tak peduli orang lalu lalang di depan kubikelnya. Beberapa orang mengajaknya makan siang di kantin tapi Riana menolaknya. Ia terlalu bahagia hari ini jadi perutnya terasa penuh dan tak perlu diisinya. “Hei, dari tadi kulihat kamu senyum-senyum sendiri nggak jelas gitu. Ada apa?” tegur Dina. Ia melongok dari belakang kursi Riana. “Enggak kenapa-kenapa sih. Cuma aku lagi happy aja soalnya apa yang kumimpikan sejak lama akan segera terwujud,” jawab Riana. “Ke Seoul?” bisik Dina. “Heeh.” Riana membalikkan kursinya sehingga ia berhadapan dengan Dina. “Jangan berisik, ya! Aku belum minta ijin sama Bu Tiur. Tahu sendiri kan Bu Tiur kayak gimana orangnya,” pinta Riana. “Tenang, aku jagonya simpan rahasia penting,” ujar Dina. “Besok aku mau ambil cuti. Urus visa. Mudah-mudahan semuanya lancar. Nggak sabar rasanya ketemu Bayu. Udah setahun in...

Terkurung

Bertahun-tahun kau bebas Kau bebas pergi ke mana pun yang kau inginkan Kau bebas mendaki gunung dan menyeberangi lautan luas Kau bebas pergi melintasi benua   Saat itu kau lupa berterima kasih Kau lena dengan kebebasanmu Kau abai akan kenikmatanmu Kau nikmati semua dengan suka cita   Saat ini kau terkurung di dalam ruang Tak bisa lagi kau nikmati kebebasanmu Apa yang kau lakukan? Kau sibuk berkeluh kesah tak karuan   Berapa lama kau bebas? Berapa lama kau terkurung? Kutanya sekali lagi Apakah waktu bebasmu lebih sedikit daripada waktu terkurungmu   Ya, aku tahu jawabannya Waktu bebasmu lebih banyak daripada waktu terkurungmu Tapi kenapa kau selalu mengeluh atas apa yang tak kau dapatkan Dan kau abai berterima kasih atas apa yang telah kau dapatkan   Depok, 14 Mei 2020

Berhentilah Sejenak

Berhentilah sejenak teman, mungkin perjalananmu sudah terlalu jauh penuh peluh Bahkan engkau akan tertawa mengenang masa sedihmu yang dulu di sini, di tempat yang akan membuatmu mudah untuk menguras ingatanmu tentang banyak hal Duduklah bersama teman masa lalumu ‎yang akan selalu hadir menemani tawamu Tetaplah bersama melawan rasa takut yang terlalu berani menghadangmu Bogor, 21 Juni 2020

Aku, Ayu ...

Untukmu dan Bagiku

Untukmu, ini biasa saja,        melepas sapa,         tersenyum renyah,        lalu berlalu begitu saja. Bagiku, ini artinya:        terjaga lebih dini,        mandi lebih bersih,        berkumur mouthwash  kering di gigi,        menata rambut bagai Om Rudy        mengacak-acak isi lemari,        memadu padan flanel dan warna khaki ,        memilih boot  atau sepatu sporty ,        menjaga sandar agar tak kusut lipatan,        menata kata sambil merapal doa,        agar tenang dan terlihat biasa,        menghitung langkah agar tepat bersua. Lalu kau lewat,         menyapa dengan senyum biasa,        aku cuma bisa menyeringai kuda, ...

AIR TERJUN

Aku menghantamkan palu berkali-kali ke punggung batu, Beringas mengoyak kulitnya yang keras, Berpeluh di atas sungai mengering dan mentari mengiring, Katak melompat bersorak dari belukar, Melihat jeram datang mengarak air, Pembasuh mulutnya yang mulai berkerak, Bongkahan yang kupijak mulai berontak, Suaranya yang serak mencoba teriak: Hai Tuan, biarkan aku sejenak menggertakkan punggungku, Usap lelahmu dengan air yang jarang mengalir itu Makin kuat hantaman godamku, Agar dia terdiam dalam kuasaku, Sinisku menimpalinya: Tutup saja mulutmu, kan kubopong sekalian serpihan tubuhmu dan air-air itu, Sementara rombongan air terus berjalan berjajar, Terkadang memercikkan basahnya di pinggiran kakiku, Hingga butir terakhir permisi pamitan, Menuju ujung sungai yang menurun curam, Meluncur bebas menuju lembah di bawah kelopak mataku. Deras.

Aku rindu melewatkan ramadhan bersamamu