Postingan

Hujan Bulan Oktober

Hujan Bulan Oktober Dan gelap yg menyimpan bening itu, perlahan luruh Angin dingin membelai dedaunan, berkabar Rerumputan kering menggigil siap melepas rindu Ada jejak rintik di kaca jendela Menyapa jejak doa yg hampir kering di dada Pada mata kutitipkan tanya, Lama sekali kau baru tiba Ia tak menjawab, hanya rintik semakin banyak J1018

Surat Diman untuk Mileak 2018 (1)

Mileak 2018,  Senin ini harusnya lebih menyenangkan ketimbang senin senin sebelumnya, walikelas dan pak guru dari pagi tidak ada di sekolah. Aku tak tahu apakah beliau lagi rapat guru atau lagi main, tidak ada informasi dari ruang tata usaha.  Biasanya, Kalau begini situasinya, kami akan bergegas secepatnya menyelesaikan tugas di meja kami, lalu segera bergabung dengan kelas olahraga atau kelas kesenian di ruang sebelah dan menikmati keceriaan bersama, kegembiraan bersama.  Tapi tidak dengan senin hari ini, Mileak  Aku demikian gelisah, tanpamu di sekolah,semua terasa aneh buatku. Meski aku tahu kamu hari ini gak masuk,beberapa kali aku mengintip ruang kelasmu, hanya untuk sekedar membayangkan kamu tengah duduk di meja itu dengan senyum yang manisnya gak ketulungan.  Di kelas kesenian dan olahraga, kegembiraan, keceriaan yang biasanya ku dapatkan, tak jua muncul meski sejenak. Bahkan siangnya, saat rapat OSIS, bayangan mu yang tengah duduk di seberan...

Peluh

Peluh Mengaliri tubuh Langkah mengayuh Menyibak riuh Peluh Pada wajah lusuh Dan senyum separuh Detak jantung bergemuruh Peluh Kelak menjadi saksi Atas perjuangan seorang Hamba Dalam menjemput rezeki Yang telah disediakan olehNYA Jakarta, 11 Oktober 2018

Bayang Wajahmu

Gambar
Dalam temaram cahaya, bayang wajahmu menari-nari bersama riak air yang memainkan kidung senja, di pantai itu. #puisidanfotografi

Serpihan Rindu

Gambar
Phinisi itu membawa serpihan rindu yang aromanya menguap dalam belaian sang bayu, di senja itu. #puisidanfotografi

Rinduku

Gambar
Rinduku mengapung di Pantai Losari. Dipayungi lembayung senja, dan riak air yang menyenandungkan nada indah. #puisidanfotografi

Mengambang

Fajar membayang, Gerus pelahan gelap remang, Lelaki masih lagi berjuang, Menegakkan tatih gamang Mendekat arah seruan- Nya lantang Sajadah dibentang, Mata dan tubuh memajang Tapi benak lelaki, Berliar larian jalang Menjauh, menjauh dari rupa-Nya yang harusnya ditemu di khusuk sembahyang... Ah.... Lelaki, bumi Nya yang bergoncang, Deru air Nya yang bergelombang, Apakah semata genang kenang dan kisah  lengang, Tak benamkan iman dan yakinnya pada pancang kencang

Bidadari dengan senyum tersungging

Ada bidadari, senyumnya tersungging, Menyambutku di beranda Tak peduli pulangku Bawa cinta Atau luka! #tetehnumaketiung