Langsung ke konten utama

Mulai Dari Nol

"Shell super, tiga ratus ribu rupiah di harga delapan ribu sembilan ratus lima puluh rupiah, mulai dari nol ya Pak", ujar mbak petugas stasiun pengisian bahan bakar. Saya hanya mengangguk mengiyakan. Kata-kata tadi seperti sebuah Standard Operating Procedure (SOP) di sana. Pompa pengisian bahan bakar baru mulai dijalankan setelah pelanggan setuju dengan pilihan jenis bahan bakar, jumlah yang akan diisikan, harga per liter bahan bakar tersebut, serta memastikan bahwa pengisian dimulai dari angka nol, baik nol liter maupun nol rupiah, sebagaimana tertera di layar pompa.
.
Di pengajian fiqh tadi malam, istilah "mulai dari nol" digunakan ustadz ketika menggambarkan bahwa tidak ada satupun karomah para nabi dan wali yang didapat seketika. Para nabi dan wali memulai semuanya dari nol. Mengerjakan amalan, wiridan dan ibadah lainnya secara rutin, tertib dan ikhlas hanya untuk Allah sehingga semua ibadah tersebut menjadi satu dengan diri dan hati mereka. Dan semuanya itu tidak terjadi dalam 1-2 hari atau hitungan 2-3 minggu, bahkan Nabi Musa A.S berdoa selama 40 tahun untuk menghancurkan kekuasaan Firaun.
.
Ketika adik-adik pegawai baru di kantor membuat poster yang berisi hasil observasi mereka selama masa orientasi pegawai baru, saya sangat mengapresiasi karya mereka. Dalam waktu yang singkat, mereka mampu menangkap permasalahan-permasalahan di kantor yang perlu perbaikan bahkan perlu diinovasi. Meskipun apa yang mereka tampilkan perlu perbaikan di sana-sini, namun untuk ukuran mahasiswa yang baru lulus dan mulai dari nol, usaha mereka layak diacungi jempol.
.
Saat ini sedang  hits kata-kata "reposisi", "mengembalikan marwah..." ataupun kata-kata yang lain yang intinya harus ada satu perubahan yang dapat mendudukkan organisasi ke titik start yang semestinya. Apakah itu berarti harus mulai dari nol lagi atau tidak, tapi yang jelas upaya-upaya tersebut dilakukan dalam rangka menuju suatu titik pencapaian yang lebih tinggi. 
.
Mulai dari nol tentunya untuk memudahkan perhitungan. Bayangkan jika setiap mengisi bahan bakar, seorang pelanggan harus berfikir dahulu untuk memastikan jumlah yang diisikan benar jika perhitungan dimulai dari angka 125 atau 37,5 atau angka-angka lainnya selain nol. Saat bermaaf-maafan di hari raya Idul Fitri atau hari raya lainnya pun, sering terucap "mulai dari nol ya" atau "sekarang skor kosong-kosong ya". Sama seperti analogi pengisian bahan bakar, ketika kita memulai hubungan dari nol, kita bisa memastikan setiap penambahan intensitas hubungan dilakukan dengan benar, tepat dan tanpa kesalahan. Semakin lama intensitas hubungan tentunya akan semakin banyak pula peluang terjadi kesalahan, sama seperti semakin besar hitungan menjauh dari angka nol, maka akan semakin rumit pula perhitungannya.
.
Dalam suatu tahapan kehidupan, mungkin kita akan banyak memulai sesuatu dari nol. Pekerjaan baru, pertemanan baru, mobil baru dan sebagainya. Memulai dari nol faktanya tidak semudah mulai dari nol saat mengisi bahan bakar. Mulai dari nol bisa berarti sesuatu yang sama sekali baru, kenyamanan yang hilang, penghasilan menurun, kewenangan berkurang. Mulai dari nol dapat saja berarti kita sudah kehilangan segalanya. Semua yang sudah dikumpulkan selama ini hanya menjadi hitungan yang sia-sia, tidak ada gunanya dan harus diulang dari nol.
.
Kita akan banyak sekali menemukan titik nol selama perjalanan kehidupan ini. Titik nol yang tidak dapat kita hindari. Satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah menjaga agar ketika suatu saat kita mencapai titik nol, titik nol tersebut tidak berada di dalam garis bilangan yang sama.

Jakarta, 16 Desember 2017

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...