Postingan

Menampilkan postingan dari November 26, 2017

ARTHUR CHRISTMAST

Pagi ini sebenarnya sudah janji akan lari pagi dengan istri, mumpung libur. Sudah kebayang tuh segarnya udara pagi, tanpa buru-buru dan grusa-grusu ke kantor atau nganterin anak sekolah. Sedapnya indomie rebus atau harumnya bumbu kacang ketoprak langganan juga sudah tercium, sebagai tempat finish olahraga pagi hahaha. . Rencana tinggal rencana, pas adzan subuh hujan turun dengan lebatnya. Kegiatan apa lagi yang menyenangkan selain kembali bergelung di bawah selimut?. Alhasil, mata pun kembali terpejam dengan nikmatnya, sampai kemudian panggilan alam mengharuskan diri ini keluar kamar. . Di luar kamar, ternyata si sulung sudah asyik nonton televisi. Awalnya saya pikir dia nonton serial yang biasa dia tonton, tapi ternyata bukan. Entah kenapa saya akhirnya tertarik bergabung di sofa, ikutan nonton. Film itu ternyata bertema natal, oops udah Desember ya ternyata, yang menceritakan tentang bagaimana seorang Santa Klaus membagikan hadiah natal kepada anak kecil di seluruh dunia. D...

Dreaming Alive

Gambar
I sit by the lake, watching Glimmering sun rays setting Across the woods While winds are dancing Above the sparkling water Darkness and light collide And I can feel and taste the rain Before it falls at dawn Beneath the sky It is all slow and calm It is all quiet and serene Wishing it would never ends Dreaming while awake, feeling alive I sit in my cubicle Notes are stacking Keyboards are clicking Telephones are ringing People are talking Figures are moving Speakers are sounding Screens are flickering It is all of the hushes and the rushes It is all on the dense and tenses I said to myself, “This is unreal” Like a bad dream, while I am awake So what is real? What is unreal? How could in the mysteries of nights, I feel more alive? Have we all been living, afterall?

Johari Window

Gambar
Tulisan ini saya buat sebagai respons atas tulisan berjudul "PNS Jujur" yang dibuat oleh rekan kami, Samuel Manik (good writing, by the way 😊) ... meskipun sejujurnya respons ini saya kutip dari tulisan lama*). Mudah-mudahan tetap berguna. Gambar di atas adalah Jendela Johari (Johari Window). Pertama kali aku mengenalnya di kelas Perilaku Organisasi. Konsep ini dicetuskan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham pada tahun 1955**), dimana Johari adalah gabungan dari nama kedua orang tersebut. Jendela Johari adalah perangkat sederhana yang dapat menjelaskan 4 wawasan yang terjadi selama kita berinteraksi dengan orang lain: Semua wawasan mengenai diri sendiri yang juga diketahui oleh orang lain berada pada kuadran arena. Semua hal yang tidak diketahui oleh siapapun (termasuk oleh diri kita sendiri) berada pada kuadran unknown. Semua hal mengenai diri sendiri yang kita sembunyikan dari orang lain terletak pada kuadran facade atau 'tabir'. Dan terakhir...

PNS Jujur

Beberapa hari yang lalu diselenggarakan perhelatan besar di lingkungan kantor. Budget Day namanya, melibatkan tiga unit Eselon I di Kemenkeu dan dihadiri oleh Ibu menteri tercinta, Sri Mulyani Indrawati. Saya sendiri tidak hadir karena berada di Yogyakarta menuntut ilmu dalam diklat “ Evidence-Base Planning and Budgeting ” (ehem, pencitraan dulu) tapi di beberapa group WA kantor bersliweran berita bahwa acara “hampir dapat di katagorikan tidak sukses”. Ribet bukan penjelasan saya? Inginnya nulis singkat “GAGAL” tapi tidak sampai hati kepada teman-teman panitia yang sudah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam mensukseskan acara ini. Di BnD sendiri sudah ada tiga tulisan yang terinspirasi dari acara tersebut. Satu membahas tentang sinergi dan yang dua lagi soal “hampir dapat di katagorikan tidak sukses” yang belum saya jelaskan tidak suksesnya di mana. “Hampir dapat di katagorikan tidak sukses” yang saya maksud lebih fokus kepada para peserta sudah lebih dulu bubar dan men...