Langsung ke konten utama

 

Move On - Move Forward 


Ini sedikit opini bagi yang yang sedang patah hati.

Menurut beberapa kamus on-line, move on artinya meninggalkan sesuatu/seseorang yang kau miliki sekarang atau yang baru saja kau lepas/berpisah darinya. Kalau fisik, move on itu mau ke samping, kiri atau kanan, atau ke depan, terserah saja. Pokoknya jangan diam menetap di tempat yang sama (secara fisik) atau terjebak di masa lalu (psikis).  Kamu harus bergeser, beranjak dari posisi sebelumnya ke posisi yang baru. Stressing-nya lebih ke "tinggalkan masa lalu". 

Move forward, tentu maksudnya adalah bergerak maju (fisik) atau menuju ke sesuatu yang lebih baik (better off), dalam arti ekonomi-kesejahteraan atau posisi sosial-politik. Stressing-nya lebih ke "gapailah kemajuan". 

Apakah berarti, untuk bisa move forward kita harus bisa move on? 
Saya kira iya. Terutama bila "kemajuan" itu dimaknai sebagai sesuatu yang lebih "modern", atau lebih "beradab", maka nilai-nilai, kebiasaan, dan perilaku lama yang menghambat tercapainya kemajuan haruslah ditinggalkan. Harus move on.

Apakah semua yang move on secara pasti juga berarti move forward? Saya kira tidak juga, atau tidak selalu begitu. Kita bisa saja meninggalkan masa lalu, masuk ke sesuatu yang kita kira baru dan berbeda, tapi kemudian kita sadar ternyata sama saja dengan sebelumnya. "Keluar dari mulut singa, masuk ke mulut buaya" adalah peribahasa yang tepat menggambarkan hal itu.  

Jadi daripada sekedar move on, menurut saya lebih baik kita move forward. 

Bila ditinggal kekasih, segeralah move forward, bukan sekedar move on. Artinya, carilah yang lebih baik. Tentu dimulai dengan memperbaiki diri sendiri dulu, supaya bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik. Perbaikan bisa dari sisi inner space (kematangan jiwa, spritualitas, ambil hikmah dari kegagalan sebelumnya). Lengkapi dengan perbaikan dari sisi "outer-space" (kelayakan penampilan, dari ujung rambut, wajah lebih ramah, gigi-kuku jari lebih bersih, lebih wangi). Terakhir, terutama untuk lelaki, kalau bisa juga dari sisi "in between-space", yaitu aspek kecukupan materi. Karena pedekate atau ngedate jaman sekarang, terutama di kota besar, perlu modal juga kan?

Selamat move forward!    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...