kebetulan
bertalu-talu semesta usil merayu.
agenda sua ibarat sensasi,
agenda sua ibarat sensasi,
curi-curi juga enam tujuh kali.
sudahlah,
biarkan tatapan bersentuhan,
jarak dirampas alasan
biar bekerja si penasaran.
“ngaco,” sadar nyamuk.
kalau tiba sentuhan bisu,
salahkan saja
si gerik pengundang.
kemungkinan itu,
makin kecil, makin menantang.
ah, malam makin berisik,
logika sedang cuti.
nikmati saja lah
apa yang tak ku punya.
jadinya, semesta atau penghuni
yang lebih pandai menggoda?
sampai sisa secuil bagaimana jika,
mengutak-atik rasa, bahkan bulan ikut menerka
karena kalau saja ini bernama
aku tamat senyata-nyata nya
tapi terlanjur, kupikir
sungguh bahaya
obsesi dua arah
obsesi dua arah
yang terus dipelihara
Komentar
Posting Komentar