Postingan

Anjrit Goyangannya

“Ayo Yah, kami udah siap,” ajak anak kedua saya beserta keponakan untuk segera pergi ke kolam renang. “Ok,” saya beranjak dari sofa sambil menutup buku dan mengeluarkan motor matic . Berangkatlah kami bertiga mengendarai motor matic ke kolam renang di dekat perumahan. Hari Minggu, pas libur, dan ada keponakan lagi ber main ke rumah, jadilah acara berenang bersama. Lebih tepatnya, yang berenang hanya anak saya dan keponakan saja. Saya tidak ikut berenang, hanya sebagai bendahara dan tukang jaga perlengkapan mereka. Tugas bendahara membelikan tiket masuk dan siap-siap memberi uang buat jajan mereka di area kolam renang. Sebagai tukang jaga, saya harus menjaga barang bawaan mulai dari: pakaian, sendal, baju ganti, handuk, sabun, dan barang kecil lainnya. Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa   tidak ikut nyebur berenang?” Malas saudara-saudara, kayaknya begitu jawaban saya. Mendingan, saya meneruskan aktifitas yang sempat terpotong di rumah tadi: baca buku sambil m...

Mungkin Ia Hanya Meluruskan

"Siapa tega melihatnya mengusap air matanya di pipi. Mata yang tidak tahu cara menyakiti. Aku tahu ia terluka, dan aku anehnya tidak merasa menyesal mengatakannya. Sederhana, karena kuyakin ni benar dan harus dikatakan. Semoga nanti ia paham, aku hanya ingin meluruskannya saja.." Di pangkalan ojek, di suatu malam yang melelahkan.Setelah lembur sekian jam, setelah tak hanya energi badan terkuras, tetapi otak rasa terperas.  Masih saja ia menangis, bahkan semakin deras. Berkali kali diusap sisa air di matanya namun tak habis jua airnya. Ia tahu ada yang memperhatikannya. Jelas saja, ia menangis di pinggir jalan, di sebelah pangkalan ojek. Walaupun tak terdengar isaknya namun gaya seseorang yg menunduk dan mengusap usap mata dan pipi, apalah itu kalau bukan menangis? Namun ternyata ia tak cukup peduli dengan tatapan sekitarnya.  Terngiang-ngiang perkataan temannya tadi. "Kamu itu salah kalau bekerja niatnya untuk menghidupi keluargamu. Kamu kan sudah menikah, u...

Mampu dan Peduli

Gambar
Di dalam bukunya “7 Habits of Highly Effective People”, salah satu ide menarik yang diungkapkan oleh Stephen R. Covey adalah konsep Circle of Influence & Circle of Concern. Kedua istilah ini apabila diterjemahkan bebas ke dalam Bahasa Indonesia  kira-kira akan menjadi “Lingkaran Pengaruh” dan “Lingkaran Peduli.” Konsep ini terkait erat dengan kebiasaan nomor #1 dari orang-orang yang efektif, yaitu kebiasaan bersikap proaktif untuk menyelesaikan tanggung jawab di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Menurut Covey, orang-orang yang proaktif akan mengalokasikan waktu dan energi mereka  untuk hal-hal yang bisa mereka ubah atau kendalikan. Inilah karakteristik utama yang paling jelas membedakan antara manusia proaktif dengan manusia reaktif. Bertolak belakang dengan pendekatan manusia proaktif, manusia yang reaktif akan menghabiskan waktu dan energi mereka untuk hal-hal yang mereka pedulikan tapi sebenarnya mereka sendiri tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubahnya...

Mati Dahulu, Ngomong Kemudian

Berdasarkan salah satu hasil survey yang dilakukan oleh Chapman University Tahun 2015 (https://www.washingtonpost.com/news), public speaking merupakan "the biggest phobia after death" . Lebay? mungkin iya, tapi faktanya berbicara di depan umum merupakan hal yang menakutkan bagi kebanyakan orang. "Mending lari keliling lapangan deh" atau "mending berantem ama preman" dan masih banyak lagi komentar pada saat seseorang diminta berbicara di depan umum. Gemetar, mual, keringat dingin adalah gejala-gejala yang dialami seseorang yang 'terpaksa' melakukan public speaking. Gejala tersebut mungkin berbeda-beda untuk tiap orang, baik jenis maupun levelnya, tapi umumnya itulah yang dialami seorang public speaker. Sebagai seorang yang terkenal 'banyak omong', saya pun sebenarnya memiliki phobia tersebut. Kalau tidak terpaksa sama sekali, saya memilih untuk tidak melakukan public speaking. Rasa percaya diri langsung 'terjun bebas', tida...

Tak Ada Tempat Sembunyi

tak ada tempat sembunyi ketika semua terlihat nyata meski terbungkus pesonanya rupa tak ada tempat sembunyi ketika semua terasa nyata meski terbungkus indahnya kata tak ada tempat sembunyi ketika senyuman tak seperti biasa ketika alasan terkesan dipaksa tak ada tempat sembunyi karena sudah terlihat sempurna niat yang ternampak bagaimana tak ada tempat sembunyi karena sudah terasa semua tindak yang berasa lara tak ada tempat sembunyi tak ada kekaguman lagi

Aku Mencintaimu, dan Kamu (tak) Pernah Tahu

Gambar
Kahlil Gibran berkata dalam syairnya: "Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, tapi cinta yang tak terbatas hanya terbatas menginginkan cinta itu sendiri, cinta yang tumbuh dalam perpaduan kenaifan dan gairan masa muda, memuaskan diri dengan memiliki dan tumbuh dengan pelukan. Tapi cinta yang dilahirkan bersama segala rahasia malam tidak pernah puas dengan apa pun selain keabadian dan kelestarian dan ia hanya membungkuk dan patuh kepada Tuhan". "Maukah kamu menjadi kekasihku?" Sepenggal kalimat ini diucapkan Romi ditelingaku, suatu malam. Dan gemanya menyebar seperti darah mengalir ke arteri jantungku....perlahan-lahan hatiku diselimuti rasa hangat, sangat hangat,  sampai terasa naik dipipiku, terus naik sampai kedua kelopak mataku. "kenapa Juli, kamu menangiskah?"  gugup Romi bertanya, melihat butiran bening mengalir melalui pipiku, begitu saja. Romi tak perlu mengulangi pertanyaan itu, ketika kuangkat wajahku, dan d...

Short Escape to Batu

Alhamdulillah.. Allah jawab keinginan di hati saya untuk mengunjungi kota ini. Demikian Allah yg sering memberi kejutan manis dalam perjalanan hidup kita. Saya dan Mba Rizky pergi berdua. Perjalanan via citilink hanya kurleb 1 jam saja ke bandara di Malang. Dari Malang kami ke batu dengan taksi bandara yg sudah di charge sesuai tujuan. Ke apple green hotel di jl diponegoro, Batu kami dicharge 155 rb. Perjalanan kurleb satu jam. Apple green adl hotel baru yg manis dan bergaya Eropa. Kamarnya bagus namun sempit. Kasurnya king koil #haduhApasihHehe. Sore kami tiba, malamnya kami jalan ke alun alun. Tidak begitu jauh dan sepanjang jalanan ada lumayan banyak toko oleh oleh dan tukang makanan. Alun alun asik dan seru. Malam itu malam kamis, namun banyak orang di sana dan semakin malam semakin ramai.. seakan esok adalah hari libur. Btw..sebelum kemari saya sempat mencoba angsle. "Mau ronde apa angsle?" Ujar si abang. Aku pilih angsle yg ternyata adl air santan  manis...