Postingan

Crossroad

         Kepolisian Los Angeles, disanalah Brian bekerja sebagai detektif. Brian terkenal sebagai polisi bersih dan disegani baik kawan maupun lawan. Dulunya ia hanya seorang anak kecil biasa, namun hingga ayahnya pergi dari rumah ia menjadi anak yang nakal. Ia pernah mencuri minimarket, menodong orang, dan minum-minuman keras hingga mabuk. Akhirnya setelah ia besar ibunya memasukkan ia ke akademi polisi. Setelah melalui pahitnya pelatihan kepolisian sampailah ia pada saat ini sebagai detektif. Kala sore itu Brian baru saja menangkap rekan kerjanya yang sudah diduga selama ini melakukan suap. Ia kembali ke ruangannnya dan duduk sejenak. Ia memutar kursinya dan melihat banyak piagam penghargaan yang ditrimanya. Tak lama kemudian masuklah Betty memberikan surat tugas kasus selanjutnya. "Kau sebaiknya berhati-hati Brian" "Kenapa? Apa yang harus kutakutkan? Aku terlahir dari kehidupan yang keras. Tidak ada yang bisa menghentikanku" "Aku sudah bilang, kali in...

Catatan Harian Ahmad Wahib dan Pergolakannya yang Tak Pernah Selesai

Gambar
Catatan Harian Ahmad Wahib dan Pergolakannya yang Tak Pernah Selesai Gaya penyampaian Ahmad Wahib berbeda jika dibandingkan dengan Abdurrahman Wahid yang notabene sejak kecil sudah hidup di lingkungan pesantren yang tradisional. Pun juga berbeda dibandingkan dengan Nurcholis Madjid yang memang sempat mengenyam pendidikan sastra dan filsafat di perguruan tinggi di Saudi Arabia. Ahmad Wahib lebih liar dan tanpa dasar. Namun, menurut saya pribadi hal tersebut justru menjadi kelebihannya. Hentakan-hentakan pada tiap kata-katanya sangat natural, khas pergolakan pribadi yang dituangkan dalam medium catatan harian. Hal ini saya kira adalah semacam gejala umum pada tiap pribadi dalam proses pencarian. Apa yang dilakukan oleh Ahmad Wahib, saya kira tidak ada bedanya dengan usaha Rasul Ibrahim AS ketika mencari Tuhannya. Perbedaannya, di sini Ahmad Wahib hendak mengkritisi konsep ketuhanan yang selama ini telah dianggap mapan. Orang mungkin akan mengatakan bahwa apa yang dilakukan ol...

Bersyukur

"Aduh kenapa penghasilanku cuma segini, padahal kerjaanku nggak pernah ada habisnya." Sering nggak sih, kita berkeluh kesah seperti ini. Sepertinya sih tidak perlu dijawab. Jawaban ada dalam diri kita masing-masing. Ketika penghasilan bertambah, bersyukurlah kita pada saat itu. Namun sepertinya si syukur nggak betah lama-lama hinggap di hati. Apalagi kalau ada berita pegawai dari instansi lain ternyata penghasilannya lebih banyak dari kita. Tambah sakitlah hati kita. Kita sering me(lupa)kan , bahwa di luar sana banyak sekali orang yang mendapat penghasilan jauh lebih sedikit dari kita. Bahkan bisa jadi orang tersebut bekerja lebih keras daripada kita. Seringkali alam bawah sadar kita selalu merasa bahwa hidup ini tidak adil. Rasanya kasihan banget ya si hidup dan si adil dibawa-bawa. Sumber ketidakadilan menurut penulis adalah perasaan kita sendiri. Berbagai kata diungkapkan. Kita merasa diri kita sudah bekerja keras dan bahkan boleh jadi kitalah juara dalam bekerja k...

Diari saya: Menjadi Ibu Baru, Mencari Tahu Tantrum

Gambar
Menjadi Ibu, bagi saya..  Saya tidak tahu perasaan ini begitu indah. Ketika anak saya hanya mau berada di pelukan saya. Saya merasa begitu dibutuhkan. Saya merasa ia begitu ingin bersama saya.  Tapi. Itu..hanya..sebagian..kecil.. kisahnya.. ------------------------- "Ama akung ajaa.. huaaaaa.....Ama akung aja..  huaaaaa" Jeritnya di kasur saat saya mau mengipasinya yang hendak minum susu. "Akung ga adaaa...." "Huaaaaa" Saya pergi keluar kamar dan tiduran di kamar mamah saya. Sebenernya saya kesel. Kzl. Eh tangisnya mereda sendiri. MasyaAllah jadi ibu harus sabar sabar ... Anak saya sekarang lagi lucu lucunya, sodara sodara.. Kecuali kalau lagi tantrum. Dan ia sekarang kadang mempersenjatai diri dengan tangisan. Ndak diturutin..nangis.. apa apa salah ga sesuai keinginannya...nangis.. "Ayo mandi sayang.." "Engga sayang.." "Dek, bunda solat dulu ya" "En...

Disposisi

Waktu itu, kalau ada pegawai yang tidak pernah terfikir untuk kuliah lagi baik untuk sekedar mengembangkan diri maupun untuk karir di kantor, aku adalah salah satunya. Alasan utamanya tentu karena rendahnya " pendapatan asli daerah " ditambah lagi karena kebetulan baru lulus kuliah... jadi itung-itung masih ingin menikmati " grace periode " yang cukup lama dulu lah sekedar untuk mendinginkan otak ( tapi perasaan, gak pernah panas! )

Penulis Inspirasi

Pancingan Pak Jo, minggu pagi itu memicu rasa penasaran. Dia minta teman2 menulis nama2 penulis favorit beserta alasannya, supaya jadi inspirasi. Udah lama juga nih ga nulis asik. Banyak ide, pas ditulis, kok kaku banget, terlalu serius. Nahhh mungkin bisa dimulai dari penulis favorit dulu. Walau awalnya bingung juga, karena aku pembaca buku yang pemilih. Kalau ada yang kasih referensi buku nya bagus, baru mau baca. Tapi, di antara sedikit koleksi buku yang pernah ku baca, penulis2 nya jadi berkesan. 1. Anis Matta     Sepanjang yang aku ingat, penulis dengan gaya populer yang pertama kali menginspirasi ku ya... bapak satu ini. Sebelum jadi politikus, Pak Anis rajin menulis tentang keluarga, baik di majalah UMM* atau koran Republ*ka. Tulisannya banyak menggugah peran ayah, ibu, suami, atau istri dalam rumah tangga. Kumpulan tulisannya yang dikompilasi di buku "Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga" bisa dibilang motivator ku buat cari jodoh, biar ada yang ngegombalin halal...

Kisah Iteung Episode PHP......

Suara merdu gemericik air yang ditumpahkan Sang Maha Pencipta mengiringi obrolan sore itu. Iteung curhat ke akang soal segala macam persoalan termasuk soal pohon nangka tetangga yang masuk ke pekarangan rumah. Akangnya Iteung sih seringnya nggak peduli dengan celotehan Iteung. Mungkin dianggapnya celotehan Iteung bagaikan kaset baru dengan lagu refil. "Kang, Iteung pengen bakso pedes."Iteung coba merajuk ke si Akang. "Bukannya tadi udah ngabisin tiga piring nasi, dua ayam goreng, ikan peda, lima tahu dan dua mangkok sayur lodeh." Ih lengkap banget ya si Akang nyebut apa aja yang masuk ke perut Iteung kayak dosen yang lagi nguji tesis mahasiswa S2 yang nggak lulus-lulus. Iteung cuma bisa mesem malu-malu meong. Akang juga cuma bisa geleng-geleng kepala kayak lagi dengerin lagu dangdut. Entah karena kebetulan atau karena ada kontak batin antara Iteung dan abang bakso, tiba-tiba si abang bakso muncul di depan rumah. Suara detingan sendok yang beradu dengan mang...