Langsung ke konten utama

Kisah Iteung Episode PHP......

Suara merdu gemericik air yang ditumpahkan Sang Maha Pencipta mengiringi obrolan sore itu. Iteung curhat ke akang soal segala macam persoalan termasuk soal pohon nangka tetangga yang masuk ke pekarangan rumah.

Akangnya Iteung sih seringnya nggak peduli dengan celotehan Iteung. Mungkin dianggapnya celotehan Iteung bagaikan kaset baru dengan lagu refil.
"Kang, Iteung pengen bakso pedes."Iteung coba merajuk ke si Akang.
"Bukannya tadi udah ngabisin tiga piring nasi, dua ayam goreng, ikan peda, lima tahu dan dua mangkok sayur lodeh."
Ih lengkap banget ya si Akang nyebut apa aja yang masuk ke perut Iteung kayak dosen yang lagi nguji tesis mahasiswa S2 yang nggak lulus-lulus.
Iteung cuma bisa mesem malu-malu meong. Akang juga cuma bisa geleng-geleng kepala kayak lagi dengerin lagu dangdut.

Entah karena kebetulan atau karena ada kontak batin antara Iteung dan abang bakso, tiba-tiba si abang bakso muncul di depan rumah. Suara detingan sendok yang beradu dengan mangkok mengalun merdu di telinga Iteung. Harmoni yang sempurna bagaikan mendengar konsernya Twilite Orchestra.

Si Akang menghentikan laju gerobak bakso. Ih, emang si Akang mah cerminan suami idaman banget. Tahu apa yang diinginkan istrinya. Iteung lari ke dapur mengambil mangkok.

"Bang, masih ada baksonya?" tanya si Akang.
"Banyak pak." Mata si abang bakso berbinar membayangkan tambahan uang yang akan ditabungnya untuk berkunjung ke Kebun Binatang bareng anak dan istrinya.
"Bakso telur ada bang?" kembali si Akang bertanya.
"Ada."
Akang kok cerewet ya.
"Mie ada kan?"
Abang bakso mulai kesal.
"Ini orang mau beli kok cerewet banget ya."pikirnya.
"Ada pak." jawabnya mulai sewot.
"Bakso urat masih?"
"Masih paak." jawab abang bakso sambil mensusuk-nusuk bungkus plastik garam dengan garpu.
"Bagus kalau gitu. Ayo berangkat bang, jual baksonya. Mudah-mudahan banyak yang beli." datar suara si Akang.
"Sehat pak? mata abang bakso melotot.
"Lagi banyak pikiran bang, istri banyak maunya."
Gigi Iteung gemerutuk menahan emosi. Iteung masuk ke dapur nyari bangku kayu  buat ngelempar muka si Akang.
"Akaaang, bangku kayu disimpan dimana? teriak Iteung.
"Udah digergaji buat bikin bet pingpong." Balas si Akang.
"Nurustunjung!!!"........

*Nurustunjung (bahasa sunda kasar)=kurang ajar
Tulisan ini sebelumnya ditulis dalam bahasa Sunda tanggal 9 Februari 2015 dan diupload di akun Facebook.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...