Postingan

Bagimu Aku Hanyalah Angka

Sebaran Covid-19 di Korea Selatan terbesar  berasal dari perjalanan Pasien No. 31 Di pegunungan utara Italia, wabah ini  mengelinding meraksasa bagai bola salju  setelah migrasi turis Pasien No. 2 Sementara negeri-negeri lain yang lebih siap menghadapi bencana  telah menutup perbatasannya Di sini yang riuh hanyalah kebingungan soal absen digital dan manual …  Tak peduli mana yang lebih produktif Tak peduli mana yang lebih aman  Tak usah repot-repot berpikir  puluhan kilometer yang harus dilalui  setiap hari dengan motor, kereta api,  bus, taksi, atau angkot Tak usah pusing memikirkan  bagaimana menjaga social distance …  bila ternyata untuk sampai ke tempat kerja pun  tetap berjibaku dengan jutaan manusia di kota ini  yang sama sama ketakutan, dan ragu apabila dirinya bersih  dari virus seukuran nanometer tak kasat mata Masker? Benda ini sangatlah langka …  ...

Pendamping Hidup

“Sen, bagus ya model sepatu ini?” Aku memperlihatkan gambar sepatu di ponsel kepada Sena, suamiku.   Saat itu kami berdua sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi yang dibuat oleh Bi Upik. Sena melihat sekilas pada gambar yang kuperlihatkan kepadanya. “Kayaknya bukan tipe kamu deh model sepatu seperti itu,” ujar Sena. “Bagus Sen. Udah lama aku ngincer lho. Ke kantor pake ini kan bagus. Kelihatan kalau aku wanita karier. Trus buat kondangan juga bagus. Jadi aku kan bisa ngehits, namanya juga isteri manajer bank besar.” “Emang sepatu yang biasa dipake selama ini nggak menunjukkan kalau kamu wanita karier? Bukankah yang penting adalah karya bukan aksesoris yang kita pakai? Kalau kondangan sih, nggak perlu juga sepatu runcing dengan hak tinggi gitu juga. Nggak usahlah terlalu memperlihatkan siapa kita juga!” Sepertinya Sena tidak terlalu senang mendengar alasanku kenapa harus membeli sepatu itu. “Penampilan penting juga, Sen. Biar aku nggak dipandang...

Surti

Istri simpanan

Anakku (Tidak) Belajar

Tarra, anak lelakiku yang duduk di bangku kelas akhir sekolah dasar berkata kalau ia akan belajar malam ini sehingga ia menutup pintu kamarnya. Ia memberikan isyarat tak ingin diganggu siapa pun. Aku menerima keputusannya dengan senang hati. Sikapnya membuat rasa stres-ku berkurang sedikit. Dari luar kamarnya terdengar bunyi tombol ditekan oleh anakku. Kemudian dari balik jendela kecil kaca yang berada di atas pintu kamar, sebuah cahaya terang memancar. Sepertinya ia menyalakan lampu belajarnya menandakan kalau Tarra serius belajar. Tak berapa lama aku membuka pintu kamar Tarra dengan maksud ingin memberinya semangat. Ternyata yang kulihat tidak sama dengan apa yang kubayangkan. Kulihat Tarra sedang menendang-nendang bola futsal di kamarnya. Entahlah, aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Apakah memarahinya ataukah kubiarkan saja? Tamat

Pusaran Masa Lalu

Membaca Lagi Rendra

Ketika terjadi ketidakadilan, orang-orang akan bertanya. Saat ketidakadilan justru dipertontonkan tanpa sedikit pun kepedulian, orang-orang tidak hanya bertanya tapi akan menunjukkan ketidaksukaan dalam berbagai bentuknya. Saat pertanyaan-pertanyaan yg ada tidak menemukan jawabnya, ketika tekanan justru yg menjadi jawaban, ruang baru akan tercipta. Pertanyaan yg diajukan boleh saja membentur keadaan namun ia tidaklah mereda. Ia akan tumbuh di kebon belakang lalu pada saatnya menjelma hutan. Ia terus hidup di alam bawah sadar, tercebur ke kali mengalir lalu menjadi ombak di samudra. Suara-suara yg diteriakkan memang memekakkan telinga namun ia jelas bentuknya. Jawablah, jangan melengos darinya. Dan lebih berhati-hatilah dengan suara-suara yg dikumpulkan dalam hati karena ia akan menjadi energi yg bukan lagi melahirkan kata namun tindakan. Dan sesungguhnya ketidakadilan itu rapuh karena ia berdiri di atas kaki-kaki yg tidak utuh. Tak ada keseimbangan maka janganlah heran jika...