Postingan

MENGEREK BENDERA

Aku mengerek bendera, Naik menggapai atap dunia, Di balik silau sang surya, Diiringi lamat-lamat berita durja, Aku mengerek bendera, Meraih temali menyusuri tiang tinggi, Tercekat nada rintih air mata, Berkibar setengah lalu terhenti, Aku terus mengerek bendera, Memaksa sekuat daya, Acuhkan peluh tak reda, Turun gemericik seirama Indonesia Raya, Dua orang datang membawa seka, Berhitung satu, dua, tiga, Bersama mengantarkan sang saka, Melihat merdeka dari atas sana. Kami mengerek bendera. (Ekpan, 17 Agustus 2020)

Ibu

 Ibu, apa kabar? Sehatkah di sana? Apakah Ibu merindukanku? Seperti aku di sini yang sangat merindukanmu Aku rindu belaianmu Aku  rindu semua pertanyaan-pertanyaanmu Aku rindu masakanmu Aku rindu kemarahanmu Ibu, maklumi aku Hanya Bisa bersapa lewat untaian kata Lewat layar yang membisu tanpa rasa Yang sering tak ramah karena tak ada sinyal dan pulsa Ibu, maafkan aku Tahun ini sungguh kelabu Aku terkurung tak berdaya Tertahan dalam ketidakpastian Ibu, tersenyumlah Doakan aku dan seisi penghuni bumi Agar bisa tabah menjalani semuanya Agar tetap berjuang dan bertahan Ibu, tak ada kata yang sanggup melukiskan Betapa aku khawatir Betapa ku resah Dengan keadaan yang membingungkan ini Ibu, hanya doa yang bisa kupanjatkan Agar kau selalu sehat dan kuat Untuk  menyambutku di depan pintu Ketika semua ketidakpastian ini berakhir Ibu, bersabarlah Semuanya hanya ujian yang semakin merekatkan tali kasih kita Kuingin bumi kembali ceria Agar aku bisa berlari ke pelukanmu dengan canda da...

TEMAN NGOBROL

Suasana masih gelap gulita ketika aku turun dari mobil yang mengantarku sampai di lobi kantor tempatku bekerja. Aku melangkah masuk melewati pintu yang terbuka dengan sendirinya tanpa harus kupencet tombol atau pun kubuka dengan tanganku. Belum ada seorang pun yang hadir di lobi. Hanya ada seorang satpam yang baru bersiap berjaga di meja resepsionis. Aku mengambil kunci ruangan yang tergantung di bawah meja resepsionis. Kutuliskan namaku di buku sebagai tanda bahwa aku telah mengambil kunci ruangan. Aku masuk ke dalam lift sendirian. Suasana gelap terpampang di depanku ketika lift terbuka. Kepalaku menoleh ke kiri dan ke kanan. Aku sendiri tak tahu kenapa kepalaku harus menoleh ke kanan dan ke kiri seperti seorang pencuri yang sedang memastikan keadaan sekeliling aman dan terkendali. Aku duduk di sofa yang berada tepat di depan kubikel. Angin dingin pagi menyentuh lembut tubuh ketika kubuka jendela agar sinar mentari bisa leluasa menyentuhku. Sejenak aku terdiam tanpa ada niat menyalak...

Ayat Tanpa Huruf, Tanpa Harakat

Dalam mimpi ku menyelingar Terlahir sebagai pelukis langit Yang menjadikan awan sebagai kanvas Menggambar rasa pada setangkai mawar Kuntum, mekar, kembang, harum, semerbak, menguning, dan layu Kau, pun juga aku saling asing Bak bisu menyenandung sunyi Memilih lantai sebagai teman Menanam rasa hingga berkecambah Menguntum, menjadi sekelopak bunga Siang itu, pada temanku kau titipkan tanya Tentang satu jari yang menanti puan Yang membuat malamku seketika panjang, menduga-duga Kau kah si penanya? Ah Tuhan, Kau senang bercanda Lama sekali kuntum menjadi mekar Hingga suatu senja di penghujung tahun Tatkala kudapati jawabmu di dermaga Saat ku tanya mengapa Aku sudah menantimu selama ini Hari berlalu berganti minggu Minggu perlahan bertukar bulan Mekarnya mawar indah mengembang Lamat-lamat kuamati cincin di jemari Inikah makhluk yang dicipta langit dari rusuk ku? Kini, perahu penantian perlahan menambat Pada sebuah dermaga suci bernama sakinah Berkata tetua, ru...

Satu Dasawarsa

Takbir Kemenangan

Gambar
Photo: @qbayyinah Tiada yang lebih indah Selain lantunan Takbir kemenangan Terucap dari lisan manusia beriman Yang hanya mengharap keridhoan Tuhan إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا "Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata." Tiada  yang lebih indah Selain sebuah pemandangan Bershaf-shaf umat dalam lautan barisan Menggemakan Takbir kemudian sujud dalam kekhusyukan Tiada yang lebih indah Dari lelahnya para juru dakwah Dibalasnya ia dengan pahala berlimpah Dan syurga yang dijaminkanNYA Tiada yang lebih pedih Dari letihnya para penebar kebathilan Tersia-sia atas segala perbuatan Untuk memadamkan cahaya Islam وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْءَاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ "Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah m...

Kelak kita akan ditanya

K elak ada masa semua khusuk Mulut tercekat lidah terkunci Nikmat karunia yang dulu tereguk Lahirkan tanya  bertubi tubi Empat perkara semasa di dunia Menuntut jawab tanpa tersisa Tak sempat  bergeser kaki kemana Berdiam memaku, lelah tersiksa Tentang  usia yang dijalani, Bermula lahir berakhir mati Kelak  ditanya tingkah badani Pada bilangan waktu yang terlewati Tentang ilmu yang dimiliki Buah pencarian sepanjang hayat Kelak ditanya apakah berarti Memandu hidup lebih manfaat Tentang harta yang dipunya beragam jumlah dan juga rupa Semua sama akan ditanya dari mana muasal dan untuk apa Tentang jasad yang melekat menjadi merenta selepas muda Sejauh mana telah diperbuat Sebelum ringkihnya tua jadi pembeda cerita dieja berulang ulang Pengingat diri yang sering hilaf Jika pantun  dirasa  lancang Ijinkan diri memohon maaf Ujung Harapan, 22 Juli 2020, 23.33 WIB