Postingan

LINDAP

Dalam lelah Kau resapi tanpa kesah Dalam letih Kau tuntaskan darma bakti Dia laksana cahaya senantiasa berpendar menghalau gulita Dia laksana embun Menyerap dingin malam Meneteskan kesejukan Cahaya itu Telah lindap Embun itu Telah meng-uap Meski rindu Tak dapat lagi berpadu Lepaskan rasa itu Biar ia tenang di sana Tak ada lagi luka Tak ada lagi nestapa

Halte

Siapa yang sebenarnya menunggu? Karena jiwa jiwa yang merdeka Membebaskan pikirannya untuk selalu melaju Tanpa pola,   tanpa lintasan, Tanpa tepi,  tanpa batasan meski raganya tergeletak di ruang tunggu (wahidin , 3 januari 2020)

Genting

( 1) wabah yang bermula di negeri asing belum ada tanda  berpaling, menghadirkan rona genting pada wajah  kota yang compang camping (2) orang orang berkerumun di pintu samping, pintu keluar masuk ditutup jaring resiko terpapar yang mengiring tak lebih menyeramkan dari periuk nasi yang terguling (3) air mata-air mata tak kunjung mengering sahabat kerabat bergiliran diam terbaring  tersengal sengal nafas di ujung laring di teras depan, bunga duka cita kemarin belum lagi kering (4) sirene ambulance melengking suara toa musala tak kalah nyaring memecah malam  yang hening atau menyobek siang yang bising Kabari, tangan maut datang teramat sering

Lelayu (2)

Seorang teman  membagikan kabar, telah pergi dengan tenang  hari sabtu dan minggu, dari kalender mejanya, kamipun bersyukur, masih punya, meski sabtu dan minggu-kami   mengajak selalu berdiam di rumah saja (4 Juli 2021)

Lelaki ini dan Topengnya

Sepi. Lelaki ini selalu suka sepi. Suasana yang membuatnya bebas melepaskan topeng. Topeng yang selama ini menjadi wajahnya. Topeng yang selalu dilihat teman-temannya. Menjadi puja-puji sanak saudara. Topeng yang menghadirkan keamanan dan kenyamanan keluarga.  Saat sepi, saat sendiri, semua topeng itu ditanggalkannya. Mengistirahatkan kelelahan jiwa. Mengembalikan kesadaran yang hampir hilang entah kemana. Manusia hina, penuh aib dan dosa. Selalu penuh tipu daya dan pura-pura. Sepi ini selalu dirindunya. Saat-saat dimana dia berteriak, menjerit, menangis, menyesali semua kebajingannya. Atau, dia malah tertawa terbahak, mengenang betapa panggung hidup mengelu-elukannya. Tertipu oleh ciamiknya topeng dan peran yang dibawakannya.  Tidak, lelaki ini tidak merasa bersalah. Hanya lelah. Itupun tidak selalu mengganggu pikirannya. Bukankah menurut Ahmad Albar, hidup ini memang panggung sandiwara? Tiap manusia punya peran, entah wajar entah pura-pura. Manusia selalu punya topeng. Minim...

Buat Emotikon di Power Point? Duh Bisa Banget! Mari Kita Coba!

Gambar
Tentu temen-temen udah familiar kan sama emotikon, yang biasa dipakai di percakapan chat.🙂😊😎😭 Kalo kita intip ke KBBi nih, emotikon itu katanya ilustrasi, ikon, atau kelompok karakter pada papan tombol yang menunjukkan ekspresi wajah, sikap, atau emosi, biasa digunakan dalam komunikasi elektronik, media sosial, dan sebagainya. Biasanya kalau aku tinggal   pakai-pakai aja. Ternyata, kita bisa juga lho bikin emotikon sendiri. Kita bisa bikin emotikon dengan power point aja lho. Contohnya  seperti ini hasilnya. Dengan memanfaatkan fitur bentuk, garis, teks dan warna emotikon sederhana udah bisa dibikin seperti contoh diatas. Emang bisa ya? Mari kita coba... emotikon apa dulu nih yang mau kita coba bikin? isi di kolom komentar ya 😊🙏🏽

Marstrand: 1 Pulau 3 Negara

Gambar
Aku menemukan keindahan di dalam ambiguitas. Ketika semua tergoda menjadi monokrom hitam dan putih, adalah kelegaan untuk menemukan ruang yang menunggu untuk diberi nama dan makna. Bagiku, Marstrand adalah fenomena yang dapat mewakili perasaan tersebut. Masa perang dan waktu damai, dunia maju dengan kondisi ndeso, zaman resesi dan kemakmuran bangsa. Apalah arti semua bualan manusia bila harus berhadapan dengan fananya kehidupan? Norwegia. Denmark. Swedia. Ketiga negara ini pernah memiliki Marstrand. Memiliki . Pada masanya masing-masing, tentunya. Hal ini tergantung kepada batas ketiga negara tersebut, yaitu sewaktu garis batas negara-negara tersebut di atas peta sedang bergeser ke sebelah yang mana. Pulau ini kecil saja. Tidak bombastis penuh atraksi, namun kaya dari berbagai segi. Wisata kuliner, keindahan alam, atau  khasanah budaya ,  adalah sebagian dari banyak rahasia yang bisa kita temukan di Marstrand.  Alamnya asri , pantai nya tenang, dan banyak b...