Postingan

Suatu Tempat (hanya) Kita yang Tahu

Pagi berkabut. Udara desa Pariangan memang selalu sejuk, tak terkecuali pada musim panas. Desa yang terletak di Minangkabau ini sangat indah, bahkan termasuk dalam sepuluh desa terindah di dunia versi Easemytrip bersama Desa Penglipuran di Bali.  Desa yang selalu diselimuti ketenangan dan hijaunya lembah ngarai Gunung Marapi. Kabut yang turun perlahan melintasi lereng mengingatkanku setahun lalu. Saat itu Raina masih cantik, tak ada duanya. Memang banyak gadis di desa ini yang cantik, tapi Raina berbeda. Setidaknya di hatiku. Raina yang selalu mengoleskan sepotong pinang merah pada bibirnya, “Sebagai pengganti lipstick…” katanya, yang mebuatku tertawa terbahak,  “Kampungan….” kataku kala itu. Tapi dia tak peduli, dia malah asik mengoleskan beras yang telah ditumbuknya dan diberi sedikit air pada wajahnya, “Sebagai pengganti bedak…” katanya lagi.  “Tanpa efek samping dan... gratis” senyumnya merekah, yang membuatku mengagumi dalam hati wajahnya yan...

I'm a schizophrenia [1]

Dibilangnya kami tak waras

Dibilangnya kami tak waras udzur usia bermain futsal Tak peduli lututnya lemas Libur sekali rasa menyesal Dibilangnya kami orang gila, Mencari kata bersusah susah Padu padankan bait dan sela Agar ungkapan terbaca indah Apakah  kata yang setara Akan tertuju untuk semua Para lelaki pencari gembira Jalani pilihan laku berbeda pemancing, penyanyi atau pelari Penggemar tumbuhan atau binatang Masing masing punya sendiri Bagaimana cara mencari senang Pemancing  ke pasar membeli ikan Ikan di tuang ke dalam kubangan Melempar pancing dari tepian Tertawa bahagia umpan dimakan Nafas  terengah bercucur keringat Lima putaran setiap hari Beban pikiran makin memberat Menjadi hilang dengan berlari Lelaki berjalan menenteng kandang murai dan jalak di latih berkicau Akhir bulan turun gelanggang Burungnya diam hatinya risau Lelaki lain berjingkrak jingkrak Speaker berdentam dentam bergetar Lepaskan penat yang makin sesak Musik berakhir kembali segar Ki...

Mencari Cinta Yang Tak Termiliki

tak henti-henti orang bercerita tentang cinta, berkesah pada hujan, mengeluh tentang kenangan, tak lelah... saat jaga berangan, waktu lelap memimpi sibuk mencari apa yang sudah tertulis di hati tapi  tak mampu dimiliki. Jakarta, 07012020

Apalah Cinta

Ada banyak kisah cinta, Aku tak ingin jadi extra, Ambil satu atau beberapa, Anggap itu kisah kita Sebut aku Romeo, dirimu Julia [1] , Aku berpaling dari Rosaline, karena cintamu, Julia, Tragisnya cinta kita, Takdir memilih kita mati bersama Atau aku Lancelot, kamu Guinevere [2] istri sang raja, Cinta kita terlarang, namun bergelora, Meski tak berkorban jiwa, Tapi tetap tidak bisa bersama Bisa juga aku si Syamsul Bahri, kamu Siti Nurbaya [3] , Terhalang Datuk Maringgih si tua renta, Kasih tak sampai apalah cinta, Hanya menutup ajal dalam dendam membara Sebut lagi sesiapa, atau kamu mau menjadi apa, Bahkan air hujan tak lagi mampu menyamarkan air mata, Tak mampu mengenyahkan Dewa Madana Atmika [4] , Atau menjadikanku Bambang Nagatatmala [5] Jakarta, 06012020 [1] Romeo and Julia, William Shakespeare; [2] Le Morte d’Arthur, Malory; [3] Siti Nurbaya, Marah Rusli; [4] Dewa Madana Atmika adalah simbol ci...

Dalam diriku ada kanak kanak (badarawuhi 3)

Badarawuhi (4) Dalam diriku ada kanak kanak, Senang bermain, bercanda dan tertawa Hingga  suatu senja bermula, Dia mulai asik denganmu dengan permainan petak umpet dam tebak kata kau lari dan isyaratmu mengundang langkahnya mengejar, atau kau membiarkannya lari, dan pura pura mengejar, Sesekali kaupun mengajak bermain kata, bahwa suka bagi orang dewasa tak sama cinta, bahwa tak sengaja memilih  menu makan siang yang sama tak bermakna sejiwa, bahwa ajakan menemani jalan kaki tak berarti sehati, bahwa dialog basa basi setiap hari semata ibanya hati yang tak dia mengerti Dalam diriku ada kanak kanak, Yang kadang sangat posesif atau pelit tak rela berbagi barang mainan dan teman sepermainan, melihatmu sedang bermain petak umpet dan tebak  kata dengan yang lain, sebulan ini dia meriyang, badannya panas dingin, mulutnya meracau  kata kata tak jelas, kata katanya kini ku tangkap, Erat, menjadi sajak, (yang sama tak jelas)         ...

Penjemputan

#Penjemputan @tetehnumaketiung Berhari hari tanpa temu Aku seperti kota yang  berbulan bulan Merindu hujan,udara gerah, tanah kering pecah, hutan terbakar memerah, dan asap memenuhi segala arah Berhari  hari, tak ada pagi ,  dengan sajian nasi goreng atau kadang semangkuk sayur sop hangat tanpa bumbu micin dan royco , tak ada perbincangan di meja makan tentang anak anak yang kemarin siang main hujan hujanan,  sambil menyeruput hangatnya teh tubruk tanpa gula yang tetap terasa manis karena senyummu Tak ada pagi, Dengan jabat tangan di beranda, dan tanganmu yang sigap merapikan  kerah baju dan tali kancing jaket yang tak menutup sempurna, sambil bercanda " gak usah gaya, kau bukan lagi anak muda, kalau tubuhmu tak tertutup rapat sempurna, aku gak mau nanti malam, ngurusi kau yang lagi  mengurut dada, sambil bolak balik bersendawa" Tak ada malam atau senja, dimana langkah pulang adalah gembira, menuju ruang yang pintunya berderit terbuka, memunc...

Wahai Insan, tak lelahkah kau berangan?