Postingan

what we did not become

we were not a story that forgot how to end, we were a pause, long enough to breathe yet too short to stay. you were like coming up for fresh air, it’s like I was drowning and you saved me. I chose a life that already knew my name, and you chose silence a love so sincere  it doesn’t make a sound. if there is any mercy in this, it’s that we couldn't break what we never claimed. and if I miss you,  let it be gently, like missing a window after learning how to breathe outside. there's many kind of love, this is the one that doesn’t ask for possession, or a future, it simply exists, quietly, with respect. it was never meant to turn into something we shouldn’t become. not the kind that crosses lines, only the kind that wishes you well, even from a distance.

Duka Kami untuk Sumatera

Malam itu, Malam yang mestinya damai dengan sinar bulan Dan nyanyian binatang malam yang melenakan berganti seketika, Menjadi malam yang tak akan pernah terlupakan   Bayi yang terbuai dalam ayunan, terpekik menjerit Ibu-ibu berteriak, bapak-bapak berlari kalang kabut Ribuan burung terbang riuh menjauh… Rumah, sawah, kendaraan, dalam sekejap hanyut   Malam itu, keheningan malam menjadi gegap gempita Suara gemuruh yang mengalahkan suara badai membahana Yang akhirnya,  hanya terdengar suara takbir bersahutan Allohu akbar…   Sudah berapa meter lumpur menggunung Dan batang raksasa menumpuk Ketika air mulai menyusut, menyisakan perih yang berpaut   Dan di bawah itu, tanahku.. Orang tuaku, abang dan adik-adikku.. Entah sudah berapa banyak air mata tumpah, Dan kepedihan membawa sumpah serapah Semua mencari siapa yang salah   Tapi hidup sebagian kami belum berakhir Kami berpegang erat satu sama lain, Saling men...

Drupadi (3)

D rupadi siapakah yang mengirimkanmu pesan  saat kita tengah berbincang sedekat ini?  pesan yang membuatmu sumringah tersenyum sendiri, bagai senyum  gadis usia belasan yang jatuh hati, aku tak ingin bertanya jauh, ku tahu  kau akan punya jawaban seribu versi,  k arena nama belakangmu "alibi" Drupadi, ada kisah yang konon tervalidasi, kelihaianmu  beralibi begitu teruji, suatu ketika ada perempuan yang lelakinya kau dekati,  m enemukan setumpuk bukti,  kalau kau lah  yang memulai bermain api, alih alih segera berhenti,  seperti juru kampanye engkau memilih pergi kesana kemari,  m enyulap fakta terlihat fiksi,  mengubah  kisah nyata seolah rekaan orang yang dengki Kau tahu hasilnya, Drupadi  begitu banyak orang yang memberimu simpati Drupadi...drupadi,  hidup kadang memang menghadirkan tragedi, perempuan   yang kau tikam dadanya dengan belati,  d isalahkan karena ceceran darahnya mengotori...

Book Review: “Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma” karya Idrus (1948)

Gambar
"Jalan Lain ke Roma" merupakan satu dari beberapa cerpen yang dituangkan oleh Idrus dalam buku ini yang terbit pada tahun 1948. Namun, alih-alih menampilkan kisah perang yang heroik, Idrus justru menyajikan potret kehidupan masyarakat biasa yang jenaka sekaligus satir di tengah masa revolusi kemerdekaan. Pertama, kita akan berkenalan dengan tokoh utamanya, yang bernama "Open". Kisahnya berfokus pada perjuangan seorang individu biasa yang berada dalam kebingungan mencari cara untuk bertahan hidup ketika situasi serba tidak pasti. Ia sampai harus berganti-ganti profesi. Awalnya ia bekerja sebagai guru, kemudian beralih menjadi guru agama, mencoba menjadi pengarang, dan akhirnya memilih menjadi tukang jahit. Ini merupakan potret realistis mengenai pencarian jati diri.  Poin kedua adalah hal yang membedakan Idrus. Ketika sastrawan lain umumnya menulis kisah pahlawan yang gagah berani, Idrus justru berani mengkritik pencitraan tokoh ataupun jagoan.  Ia menggunakan sindir...

Bang Toyib

Bang Toyib... Usah gundah, wahai sahabat karib, Sudah lumrah dan memang galib, Dalam hidup a da saja si paling ajaib, Yang lupa kalau roda nasib, Kadang berputar dan membawa semua raib Satu persatu tersingkaplah aib, Terbuka jelas, tak lagi gaib (celetukan menjelang Maghrib, 211125)

Prasangka

Prasangka , Kadang makin tanak Ketika kita membuat jarak Kadang pelahan hilang Seusai sedikit bincang Kadang kian mereda  Setelah bicara terbuka Maka, Seandai tak bisa Tak berprasangka Lekaslah berbincang atau bicara Sebelum semua membuncah jadi prahara

satu hari di bulan oktober

dalam ringkuk kepada Tuhan maaf aku lancang menyebut nama lengkapmu doaku bersajak semata merayu-Nya agar kali ini saja takdir berpihak kepadaku bukan aku memaksa, hanya saja seumur hidup aku mau lihat lesung pipimu. entah nanti kau seatap dengan siapa ah, kuharap itu denganku. entah nanti kau sebut namaku dengan lantang dalam jabat tangan ayahku atau malah kau revisi sumpahmu malam itu kepadaku ah, mungkin hanya Tuhan yang tahu. aku terbiasa jalani duniaku dalam hitam-putih dunia tak banyak warna sampai kamu ada aku diam sebentar sadar kamulah mahakarya-Nya. sepucuk doa menjawab kegelisahanmu dari pembicaraan yang selalu kuhindarkan menepis ketakutanku akan sebuah ikatan  sehingga kita tak harus lagi berjalan di tempat yakin hati sudah kutempatkan pada orang yang tepat. jika tulisan ini sampai di ponselmu suatu hari… kau mungkin sadar bercandaku kali ini menjauh, semata-mata agar seriusku kau ketahui karena tak kan ada langkah mundur untukmu apa yang membuat kita bisa bersama, mak...

Kinerja Ekonomi Indonesia per September 2025

Gambar
27 Oktober 2025   Kinerja Ekonomi Indonesia Hingga 30 September 2025, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia menunjukkan kondisi fiskal yang sehat dan terkendali . Pendapatan negara mencapai Rp1.863,3 Triliun , sebagian besar didukung oleh Penerimaan Pajak dan PNBP. Di sisi belanja, total realisasi mencapai Rp2.234,8 Triliun , dengan alokasi terbesar untuk Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah. Keseimbangan antara pendapatan dan belanja menghasilkan Defisit APBN yang rendah , yaitu Rp371,5 Triliun ($1,56\%$ dari PDB), dan Keseimbangan Primer yang surplus sebesar Rp18,0 Triliun. Ini mencerminkan pengelolaan keuangan negara yang hati-hati dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kekuatan ekonomi domestik tercermin dari aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang tetap ekspansif . Tren penjualan ritel dan Indeks Aktivitas Manufaktur Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, ditopang ole...