Postingan

100 Tahun Yang Lalu

Gambar
Pada suatu ketika, ada daerah yang sangat sengsara. Panen gagal. Air langka. Penduduknya sulit mendapatkan pekerjaan. Makanan jarang ditemukan. Polusi dan penyakit di mana-mana. Hampir separuh penduduknya memilih untuk mengadu nasib di belahan bumi yang lain. Mereka memutuskan untuk naik kapal dan tidak kembali lagi. Daerah itu bernama Gothenburg. Seratus tahun yang lalu. Ia sangat miskin dan tertinggal dibandingkan tetangga-tetangganya, ketika Denmark dan negeri-negeri di Eropa Barat sudah maju dalam industri dan peradaban. Karena emigrasi besar-besaran di masa itu, penduduk Gothenburg jauh lebih sedikit daripada populasi orang Swedia yang pindah dan tinggal di Chicago. Itu pun bukan pilihan utama, sebab mayoritas migran Swedia pada awal abad ke-20 lebih banyak ditemukan di wilayah Midwest, khususnya Minnesota, Amerika Serikat. Pada suatu ketika, seratus tahun kemudian. 2014. Ada suatu daerah yang menjadi pelabuhan terbesar di Eropa Utara. Kota ini sangat maju, se...

An INFJ Learns Typology

Gambar
Currently, I am learning typology. It is like rolling down into a rabbit hole with all of its beautiful metaphors and terminologies. Not only I should memorize the 16 mnemonics, it is almost like a song that is better to just sing along than to remember the lyrics. It may sound cliché, but the more I learn typology then the more I know things are not as simple as they may have seemed. There are dominant, auxiliary, tertiary, and inferior functions of each personality type. It shows different ways of people to get and use their mental energy; to obtain, sort and process information; and also to make a decision and to do an action according to these information they have. All in all, at least there are 16 ways of doing this. How interesting! What I knew later is that everyone is not bound only to 4 functions in a type. People have all the combination of 8 introverted/extroverted functions, but what distinguish between types is the levels of its strength and the order of function...

Menangislah, Asti

Sofi berdecak kagum sambil matanya terus menatap layar ponselnya. Tangannya bergerak memencet tombol di ponselnya. Badannya tetap terbaring di tempat tidur. Kebetulan Deni, suaminya belum pulang kerja. Anak-anaknya sudah tidur. Sambil iseng menunggu suaminya pulang kerja, Sofi membuka-buka ponselnya. “Duh cantiknya. Awet muda pula, pake kosmetik apa sih?” Sofi menuliskan kalimat pujian di foto yang diposting Asti, teman SMA nya   di media sosial. “Kosmetiknya standar kok, nggak ada istimewa, hehehe,” jawab Asti menjawab pertanyaan Sofi. “Tapi kok kulit wajahmu bisa sebening itu ya, bikin iri aja,” Sofi masih terus memuji Asti di media sosial. “Ah, bisa aja kamu,” Asti membubuhkan emoticon tersipu menjawab pujian Sofi. Setelah itu banyak sekali pujian kepada Asti karena memang di foto itu Asti sangat cantik. Seperti gadis muda 20 an tahun, walau sebenarnya umurnya sudah diatas 40 tahun. Beberapa teman dunia maya pun mengamini apa yang dibilang Sofi kepada Asti. Semua menga...

Berkata pada Diri Sendiri

Bulan penuh pengampunan telah lama menyapa Mukmin berlomba bersimpuh mengiba ampunan-Nya Segala kata indah dirangkai demi dapat dihapus dosa yang diperbuatnya Agar menggapai fitri di ujung hari Namun saat karunia yang bernama sakit menimpa Segala kata tak indah dirangkai hanya untuk terus mengeluh Padahal mungkin itulah jawaban Allah atas untaian permohonan yang dipanjatkan Karena sejatinya sakit adalah salah satu jalan penghapus dosa tanpa berpeluh Hanya jalani dengan ikhlas yang penuh Bulan penuh keistimewaan telah lama menyapa Bahkan kini langkah hampir berada di ujung akhir Segala cita istimewa nan mulia dicanangkan saat bermula Apakah hingga titik ini sudah melakukan yang istimewa? Karena yang istimewa tak bisa digapai dengan yang biasa saja Waktu tak bisa diputar ke arah yang lama Penyesalan akan muncul saat sudah terlewat semua Namun jangan lah kecewa, Bulan istimewa ini masih ada Justru tersisa bagian yang teristimewa Kuatkan langkah usaha dan bulatkan ima...

Silahturahim dan Usia Pernikahan

    Pertemuan dan kumpul keluarga dari pihak ibu mertua sudah lama direncanakan. Banyak pertimbangan dan alasan bagi yang akan ketempatan sebagai tuan rumah acara kumpul. Lagipula bulan ini merupakan bulan penuh  maghfirroh  dan berkah. Istri saya kebetulan juga sudah menjadi bagian dari grup  whatsapp Jallam Family  karena orang tua ibu mertua bernama Jallam. Biasanya ada grup  whatsapp  itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Semoga hal ini tidak terjadi karena rencana ini memang dibuat dengan ketulusan dan kerendahan hati. Diskusi panjang selalu menemukan jalan buntu siapa yang akan menjadi tuan rumah. Akhirnya tuan rumah ditentukan dan kamilah diminta menjadi tuan rumah acara silahturahim keluarga ibu mertua.         Persiapan menuju pertemuan itu pun kami siapkan dengan baik. Karena ibu mertua merupakan anak nomor 3 dari keluarga Jallam yang memilki anak 12 dimana 4 orang sudah mendahului kami semua, sehi...

Pengguna Commuter Jadi Warga Kelas Dua

 Banyak cerita seputar kereta  commuterline.  Baik soal perjalanannya, suasana dalam keretanya, sarana dan prasarana pendukung keretanya maupun kereta mana yang harus jalan terlebih dahulu. Cerita ini menarik untuk disampaikan karena masih merupakan misteri yang belum ada jawabannya hingga sekarang. Jika kita menjadi salah satu pegawai dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Commuter Jakarta (PT KCJ), mungkin akan mengetahui kenapa hal-hal seperti diatas bisa terjadi.       Banyak perbaikan yang sudah dilakukan saat Pak Jonan saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Banyak kultur menggunakan kereta api yang sudah dirubah oleh beliau. Misal bagaimana para calon penumpang digiring dengan ketentuan dan peraturan yang beliau tetapkan masuk dan keluar dari stasiun di seluruh Jabodetabek dengan tertib. Bagaimana proses pemesanan tiket kereta dimudahkan dengan fasilitas  onl...

Perguruan Tinggi dan Ambisi Orang Tua

Proses seleksi masuk perguruan tinggi pasca SMA sebetulnya siklus rutin yang akan kita jumpai setiap tahun, tapi selalu saja ada drama-drama yang mengharukan, ada kegembiraan dan ada juga kesedihan. Suasana dramatisnya mirip-mirip pada final sepakbola level eropa atau dunia semisal liga champion atau piala dunia. Di akhir laganya selalu menyisakan dua pihak yang keharuannya sangat kontras. Meski sebagian dari dua pihak itu memiliki cara mengekspresikan yang kadang terlihat sama, katakanlah dengan menangis, tentu memiliki latar belakang emosional yang sangat berbeda. Para pendukungnyapun tak kalah seru dalam menyikapi hasil akhir laga fenomenal tersebut. Sedramatis apapun itu, proses seleksi masuk perguruan tinggi dan final laga sepakbola yang sangat terkenal itu tentu harus dipahami sebagai sesuatu yang berbeda, minimal dalam konteks pendekatan filosofis. Final liga champion adalah hasil akhir, sementara proses seleksi masuk perguruan tinggi hanyalah titik awal dari sebuah perjalanan m...

Mosaik Mimpi

Gambar
Senja di padang rumput savana Kotak telepon umum Di dalamnya aku, sendiri Mendengarkan suara ayah dan ibu Malam terang bulan Aku dan teman-teman Berlarian di antara atap perumahan Melompat, terbang ... bagai pegas di tenda sirkus Pagi di pedesaan Mentari lembut menembus kaca jendela Memenuhi sudut ruangan kecil ini Kududuk di atas dipan, tercium aroma sisa air hujan Dan rumput dan bunga yang masih basah Siang benderang di tepi pantai Pasir putih sejauh mata memandang Nyiur melambai, angin bertiup Aneka kerang indah ditinggalkan penghuninya Kulekatkan telinga kepadanya Terdengar deru angin dan dasar samudera