Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 7, 2017

Ikan Hiu di Tangkapan Nelayan

Konon, sekelompok nelayan Jepang mengangkut tangkapan mereka ke pasar untuk dijual. Tapi, pagi itu lebih banyak ikan yang tidak laku. Sang Kapten meminta salah seorang anggota kelompoknya untuk menyelidiki kenapa ikan-ikan itu tidak laku terjual. “Lapor, Kapten. Saya sudah cukup mendapat informasi yang bisa dipercaya,” lapor Sang Anggota. “Baik, apa itu?” Kapten menjawab tanpa basa-basi. “Saya mencari informasi dari pedagang yang menjual ikan kita dan sekitar separuh konsumen di pasar ikan ini. Kata mereka, daging ikan tangkapan kita kurang segar, jadi kurang sedap dimakan.” Kapten berfikir keras,”Mmm … begitu kah? … mungkin karena kita bawa ikan-ikan itu ke darat hanya ditimbun es agar tidak membusuk saja. Tapi, mereka sudah mati. Kamu ada ide apa?” “Ahh, jika begitu, tempat penampungan yang biasa kita pakai, diberi air saja Kapten. Supaya ikan-ikan tangkapan kita tetap hidup sampai di darat.” Sang Anggota mengusulkan. “Hmm… Patut dicoba”. Malamnya, mereka kembali berlay...

Kisah Iteung, Episode Tester Roti

Iteung mah selalu betah kalau berada di mal. Adem banget. Kalau boleh sih mau bawa kasur dan bantal biar dibolehin tidur di mal. Soalnya di rumah nggak punya pendingin ruangan. Cuma punya kipas angin. Itupun baru nyala kalau udah ditepuk-tepuk bagian atasnya sambil dibacain mantra biar nyala. Anginnya pun bercampur sama debu. Iteung males nyuci kipas angin. Cuma pak Satpam udah melotot duluan waktu Iteung bawa  tenda dan perlengkapan tidur. Padahal cuma semalam Iteung pengen ngerasain tidur di mal yang dingin. Baiklah, Iteung nurut aja deh, daripada pak Satpamnya stress ngadepin Iteung. Keliling mal rasanya nggak afdol kalo Iteung nggak beli makanan. Buat pencitraan aja kalau udah jalan-jalan di mal. Mau pamer sama ceu Kokom, tetangga sebelah kalau Iteung sudah seperti orang-orang kaya belanja di mal. Kalau beli baju mah tetep di mang Ujang, tukang kredit dari daerah Singaparna. Jualan mang Ujang mah komplit. Dari mulai daster sampe panci ada. Bisa dicicil sepuluh kali, seha...

CURCOL SI AKI (Episode I : Hari yang Mengejutkan...)

“Wuaahh...akhirnya selesai juga,” aku menatap tumpukan Kertas Kerja RKA-KL beserta data dukungnya yang telah kutandai bagian-bagian yang memerlukan perbaikan. Juga telah kusiapkan resume perbaikan yang harus dilkaukan. Ini adalah satker terkahir yang belum kuselesaikan. The last but not the least ...paling akhir tapi petugas-petugasnya yang paling susah mengerti kalau dijelaskan dan besok adalah batas terakhir penelaahan. Mas Ridho teman sebelahku hanya melirik sambil tersenyum, “Wah, udah siap karnaval nih RKA-KL-nya.” Mas Ridho sering meledek aku karena kebiasaanku memasang kertas sign it berwarna warni pada bagian-bagian dokumen yang memerlukan perbaikan. Waktu sudah mendekati pukul 17.00 dan meja segera kubereskan agar tak ber”berkas” lagi. Aku memang lebih suka pulang tepat waktu daripada menunda pekerjaan dan menyelesaikan setelah jam kerja alias lembur. Tiba-tiba perasaanku tidak enak, terasa ada yang memperhatikanku dari sisi sebelah kiri. Kupalingkan wajahku ke kiri d...

dendam rindu

lelaki kecil dalam padang bulan menerjang menembus hujan. malam ini dendam rindu harus segera terbalaskan meski hanya melalui mimpi

Selamat Datang Duniaku

Pagi ini, seperti biasa aku lebih banyak duduk, melihat orang-orang yang tidak pernah kehilangan akal untuk melakukan apa saja. Kebanyakan mereka selalu menggerak-gerakkan mulutnya, lalu ada yang kemudian tersenyum, tertawa atau bahkan menangis. Entah apa yang terjadi ketika bibir mereka sangat sibuk dengan gerakan yang menurutku sama saja, sulit aku pahami maksudnya. Sebagian dari mereka juga ada yang tidak melakukan apa-apa dengan mulutnya, diam, seperti aku di sini yang hanya bisa menyaksikan mereka dari jarak yang semuanya terasa seperti dari tempat yang jauh. Beberapa tahun sebelum ini, aku merasa ada yang aneh tentang apa yang aku lihat setiap hari. Apa misteri di balik sesuatu yang nampak sama saja, sekali waktu bisa menimbulkan kemarahan yang luar biasa, tapi di waktu lain bisa berakibat berangkulannya orang-orang dalam suasana keceriaan. Ada perbedaan raut muka yang bisa dikatakan berlawanan, tapi anehnya penyebabnya sama saja, sejauh yang aku lihat. Ketika air tumpah dari la...

Kutukan Akuntansi

Ini adalah tulisan lama. Kurang lebih 7 tahun lalu, saat gue sedang mengambil program master di University of South Australia. Judul tulisan ini sebenarnya sudah lama ada di hati, tapi motivasi untuk menuliskannya semakin kuat ketika suatu saat gw ngobrol dengan temen dan dia nyeletuk “wah kutukan tuh !” begitu dia dia tau gue sekarang lagi kuliah dengan jurusan Akuntansi (lagi). Mungkin ada benarnya. Pada saat SMA dulu gue jurusan A3 (ilmu-ilmu sosial), 2 tahun gue belajar Akuntansi sampe pada tahapan yang kalopun lagi tidur pules dibangunin trus ditanya jurnal gue langsung bisa jawab, ibaratnya ngigau aja debit kredit deh. Berlebihan? gak juga karena gue merasa memang harus begitu. Gue dulu sempet di "plot" untuk menjadi the first engineer in family, sehingga satu pertanyaan keras waktu gue milih masuk A3,(milih loh ye bukan dipilihin), dengan tegas gue jawab : "mau masuk STAN !" Hahaha, mungkin itu jawaban bodoh. Tapi tahun 1992 perjuangan masuk STAN i...

Cinta Tak Bertepi

Cinta tak bertepi Bisu dalam kata, sepi dalam canda Selaksa pengorbanan tlah terbukti Terpatri dalam bilur kebahagiaan Dalam naungan ridho Ilahi Cinta tak bertepi Terdiam dalam keabadian Tertunduk dalam kuasa Ilahi Menanti panggilan Sang Kholiq Tuk menyatu kembali dalam surga-Nya Teruntuk kedua orang tuaku yang cinta mereka tak pupus sampai Sang Khaliq memisahkan dan semoga menyatu kembali di surga-Nya nanti. Edisi nyekar 09052017

Sang Penggoda

Seyummu adalah keranda emas jiwaku Hanya memberi sunyi tak bertepi Matamu adalah belati tak kenal kasih Menikam hati putih tanpa peduli Lalu kucoba kobarkan nyali Nyalakan api di hati Ternyata engkau matahari Kutumpahkan air mata di jiwa Engkau menjelma samudera Bagimu semua, biasa.. Angin yang tak pernah merasa E0102

RUMAH HARAPAN, Nestapa Aldo

"Wah...lo goblok deh! Awas deh mampus lo!" ujar seorang anak yang dari suaranya kukenal sepertinya Aldo. "Awas lo, kalo macem-macem gua bunuh lo!" kembali Aldo berteriak. Aku terperangah mendengar umpatan-umpatan yang keluar dari mulut Aldo. Aldo masih berusia sepuluh tahun dan duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar. Kuperhatikan memang Aldo sering mengeluarkan umpatan-umpatan kasar yang tak pantas. Namun, malam itu aku hanya ingin membimbing anak-anak belajar Bahasa Inggris saja. Aku belum kepikiran ngobrol dengan Aldo. Suatu hari, aku ajak anakku, Aldo dan beberapa anggota kelompok belajar pergi ke Kebun Binatang. Niatku untuk sekali-kali membawa anak-anak jalan-jalan. Aku ingin mereka memiliki pengalaman yang tak akan terlupakan sampai mereka besar nanti. Sepanjang perjalanan, anak-anak itu bercerita tentang berbagai hal. Mulai dari sekolah, teman-teman mereka sampai soal olahraga. Sesekali kudengar umpatan Aldo apabila ada hal yang tidak sesuai dengan...

Bunda

Terkenang belaian lembutmu tatkala kecil Betapa sabar engkau mendidik kami Terkenang senyuman hangatmu dikala santai Betapa ramah dan bersahaja engkau mengasuh kami Terkenang cerita seru saat kami kecil Betapa bibir tipismu sangat lancar bercerita Terkenang sosok tanpa pamrih bekerja demi keluarga Betapa kuat energi yang engkau miliki Jika kami boleh menghidupkan dan kembali ke masa lalu Betapa kami ingin meminta maaf atas kekonyolan dan kebodohan saat itu Perkenankan kami tetap mendoakan bunda yang telah tiada Agar jiwa raga ini tetap kekal dan abadi di alam surgawi nanti Reflkesi batin atas almarhum bunda Sungguh berbuat berbaiklah saat beliau masih ada Jakarta, 10 Mei 2017 Puisi ini dapat juga dilihat di https://rulyardiansyah.blogspot.co.id/

Menanti Tram Bersama Teman Bersayap

Gambar
"good morning, birdie" (foto pribadi) Hari masih pagi, udara terasa jernih dan sejuk Kulihat ke kiri dan ke kanan tiada seorang pun Tapi ada dia, diam-diam di sebelahku Menganggukkan kepala, mengibaskan sayapnya “Hai,” sapaku, dijawabnya dengan kedipan Seolah ia pun ingin bertanya, “Mengapa sepagi ini kamu di sini?” “Ke mana semua orang?” Mungkin … berkemul dalam selimut, menyeduh kopi panas, atau … menikmati setangkup roti bakar Sang burung tetap bertengger Sementara mataku tertuju ke dedaunan yang melayang-layang tertiup angin ada yang kuning, merah, dan jingga … semua cantik Pohon-pohon meranggas Butir apel berjatuhan Semua seperti terbuat dari emas … awan, langit, dan rerumputan sungai pun berkerlip-kerlip Sayup-sayup di kejauhan terdengar suara listrik dan besi bergesekan seperti ketukan halus router wifi yang sekali-sekali tertangkap gendang telingaku di malam yang sunyi Nun jauh di sana … kelap-kelip kaca jendela tram ...

Menjemput Cinta (Bagian Kedua)

Pagi itu suasana sekolah berlantai tiga yang berada dipinggir jalan raya terlihat ramai. Beberapa murid yang baru tiba segera masuk melalui gerbang utama. Disamping kanan terdapat sebuah lapangan olahraga yang cukup luas. Sekelompok murid terlihat sedang duduk santai di bawah pohon yang berada dipinggir lapangan sambil bercengkerama. Mobil yang dikendarai Bram berhenti didepan gerbang utama sekolah. Beberapa detik kemudian Ratih membuka pintu mobil lalu pamit kepada kakaknya. Setelah memastikan adiknya masuk, Bram melanjutkan perjalanan menuju toko. ‘Toko Pakaian - Barokah, menyediakan Pakaian Muslim/Muslimah dan perlengkapan shalat’ , demikian isi tulisan yang menempel pada sebuah Papan Nama di atas pintu toko. Pagi itu pelanggan mulai ramai berkunjung. Beberapa dari mereka membeli perlengkapan shalat maupun busana muslim. Bram turut melayani, sesekali ia yang mengambil barang permintaan pelanggan. Ditengah kesibukannya, tanpa ia sadari seorang wanita membuka pintu toko kemudian...

Nurani

Jangan terus sinari aku, Tuan Pinjamkan saja aku lentera Bukan untuk menerangi perjalanan ini Tetapi untuk menemukan lenteraku sendiri J1116

Bidadari dan Permaisuri dari Surga

Duhai Bidadari ku … Engkau bukanlah pendamping yang sempurna Engkau bukanlah pendamping secantik model “ Victoria Secret ” Tapi engkaulah ibu dari anak-anakku Duhai Bidadariku … Engkau bukanlah pasangan yang sempurna Engkau bukanlah pasangan dari kalangan elit dan jet set Bukanlah pasangan Pangeran William dan Kate Middleton Tapi pasangan yang saling melengkapi dalam duka dan suka Duhai Permaisuriku … Engkau bukan pendamping yang berasal dari kerajaan Engkau bukan berasal dari dunia antah barantah Tapi kehadiranmu melengkapi hidup ku yang sederhana Duhai Permaisuriku … Engkau hadir karena ikatan janji suci Engkau ada karena ciptaan Ilahi Kita bersama karena ketidaksempurnaan Duhai Bidadariku dan Permaisuriku … Kita jalani kehidupan dengan keniscayaan Kita arungi bahtera kehidupan dengan kekurangan Mari kita lengkapi segalanya menuju surgawi Ilahi Tulisan ini dapat juga dilihat di https://rulyardiansyah.blogspot.co.id

Belajar Menjadi …

 Betapa indahnya jika kita bisa berbagi dan berempati terhadap sesama sesuai dengan ajaran Rasulullah. Berbagi dan berempati tidak harus menjadi orang pintar dengan lulus dari perguruan tinggi terkenal, cukup dengan belajar menjadi orang yang peduli terhadap sesama dan memliki  sense of emphaty  terhadap orang-orang yang berkekurangan. Sungguh mulia jika ada manusia seperti Rasulullah dengan banyak ilmu tetapi tidak pelit untuk berbagi. Seperti ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk.         Saya memang bukan orang yang pintar dan sukses dalam kehidupan baik pekerjaan dan pendidikan, tapi saya coba belajar menjadi orang yang bersyukur,  qona’ah  dan berempati. Kita bisa berempati terhadap sesama yang memilki kekurangan baik fisik dan non fisik. Cerita berikut ini mengenai empati saya terhadap istri, anak-anak dan ibu mertua. Awalnya cerita empati ini karena saya ingin mendampingi anak saya yang akan menghadapi ujian nasional tingkat...

The Plant of Immortality

The plant of immortality or the plant of wonders refers to a plant the image of which was on the stone in the Egypt era, six thousand years ago. It is a plant name that is found in Ebers Papyrus (Egyptian medical record in The 16th Century BC) which today is widely known as Aloe Vera. The plant originally comes from Africa and Mediterranian. Aloe itself ia a genus  containing more than five hundreds flowering succulent species. Aloe Vera has been used for centuries and it is cultivated worldwide to crop the gel even the leaf is said beneficial too. Aloe Vera is used for many purposes such as food, cosmetic, supplement, herbal medicine, etc.  Even though the benefits of Aloe Vera are said endless, not all of them are backed up strongly with scientific research. Some studies prove the use of Aloe Vera to fight cavities, help diabetic-induced foto ulcer, potentially protect skin from UVB and be a good source of antioxidants. It is also proved that patient treat...

Menjemput Cinta (Bagian Pertama)

  “Jika cinta datang terlambat, jangan pernah ragu untuk menjemputnya” “Mas, Aku minta maaf karena sering merepotkan kamu”. “Ndak apa, Dek, Mas sangat senang kalau kamu masih mempercayai Mas menjaga Kinanti. Selagi Mas dikaruniai kesehatan, mas akan menjaganya disaat kamu pergi bekerja. Lagipula, disini juga tidak ada anak kecil. Ibu dan Ratih juga sayang dengan Kinanti, kata mereka, Kinanti sudah seperti cucu dan keponakan sendiri”. Setelah mendapat penjelasan Bram yang menyejukan hatinya, Kinasih hendak pamit. Sebelum melangkah keluar dari halaman rumah yang disisi kanan dan kirinya ditumbuhi rumput serta tanaman bunga beraneka warna, Kinasih  mencium pipi dan kening Kinanti, puteri satu-satunya yang baru berusia dua tahun. “Ibu pamit ya sayang, Kinanti ndak boleh cengeng apalagi nakal, kasian nanti om Bramnya jadi repot” tutur Kin asih kepada puterinya penuh kasih sayang sambil sesekali pandangannya menangkap wajah Bram. "Aku pamit, Mas. Terimakasih atas keb...