Langsung ke konten utama

Tanpa Judul

Sore itu, disebuah taman yang berada ditengah-tengah gedung bercat putih, duduk 3 orang pria. Satu dari ketiga orang tersebut memulai percakapan.

"Bagaimana soal rencana membangun sebuah hotel mewah bintang lima?Apa kalian sudah punya ide dimana lokasinya, dan berapa biaya yang diperlukan?" menatap kedua kawannya dengan raut wajah serius.

Mendengar suara si Pria, kedua kawannya saling berpandangan dengan raut wajah heran.  Tidak ada satupun yang berani menjawab. Si Pria kembali berbicara.

"Hey, apa kalian gak percaya sama saya?apa kalian pikir, cuma bangun satu hotel mewah saja saya gak sanggup?" matanya melotot seperti hendak keluar, "asal kalian tahu, uang saya banyak, membangun sepuluh hotel mewahpun saya sanggup, gak akan menghabiskan uang yang saya punya!" katanya kemudian berusaha meyakinkan.

"Coba kamu yang bawa kalkulator, sekarang hitung semua biaya yang diperlukan!" menatap salah satu kawannya yang sedari tadi memainkan alat hitung elektronik.

"Dan kamu, heeey....kamu jangan diam saja, keluarkan ide yang kamu punya!" dengan suara membentak.

Namun kawannya yang satu inipun hanya terdiam. Kemudian keduanya hanya saling berpandangan. Tidak ada satupun suara yang keluar dari bibir mereka.

Tanpa mereka sadari, tiba-tiba datang seorang perempuan berseragam serba putih bermaksud hendak mengakhiri pembicaraan

"Bapak-bapak yang baik, waktu bersantai ditaman sudah selesai. Ayo kita masuk!. Besok pagi lanjut lagi obrolannya ya....".



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....