Langsung ke konten utama

Merayakan Kebohongan

Dirum : Kenapa judulnya itu Urug?
Urug : Lagi musim!

Dirum : Musim bagaimana Urug? Lagi pula masa sesuatu yg buruk dirayakan. Mbok ya kalau mau merayakan itu merayakan kebaikan.

Urug : Itulah Dirum. Jika kita merayakan kebaikan dengan melakukan hal-hal baik, maka keburukan dirayakan dg melakukan hal-hal buruk.

Dirum : Maksud lo? Eh, maksud Urug?

Urug : Jika kita melihat orang melakukan satu hal buruk lalu banyak orang membullynya bahkan merendahkannya. Bukankah artinya itu kita telah menambahkan keburukan?

Dirum : Hal buruk kan memang rendah Urug dan membully orang yg melakukan keburukan itu biar orang itu kapok. Semacam sanksi sosial lah gitu.

Urug : Nah, ada dua hal sebenarnya disitu kan. Perbuatan buruk dan yang melakukan perbuatan itu. Yang kamu katakan tadi adalah kamu benci perbuatan buruk dan benci juga pelakunya. Kamu mempersempit ruang bagi pelaku untuk memperbaiki kelakuannya jika begitu Dirum.

Dirum : Apa maksud Urug kita mesti seperti kutipannya Mahatma Gandhi itu, 'Bencilah dosa, Sayangilah orang yang berdosa'

Urug : Kamu pikirkanlah Dirum dan renungkan. Lagi pula memangnya kamu tidak pernah berbohong. Coba aku tanya, 'Sudah berapa kali hari ini kau berbohong pada Tuhan?'

Dirum : Lho?

Urug : Ya coba cek saja. Berapa kali kamu memujinya Maha Pengasih dan Penyayang juga Maha Besar tapi ketika kau ketemu kenyataan yg tak sesuai harapan kamu kesal dan pesimis. Kau sering mengucap syukur pada-Nya tapi tak berbagi. Bukankah kata-katamu telah menjadi kebohongan jika begitu.

Dirum : @#$&@@..

J1018

Komentar

  1. Orang-orang kaya gitu memang perlu diurug, hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waks.. ikut merayakan keburukan dong kalo gitu :D

      Hapus
  2. Dialog yg lembut tapi kena.. SUKA!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanda-tanda ini Bang Iko sebentar lagi mampir juga :D. Thanks dan Fyi, Dirum dan Urug adalah anagram dari murid dan guru..

      Hapus
  3. Prihatin ya Mas, tapi mungkin itu dampak psikologi massa. Kemampuan untuk diam saat ini menjadi hal yang langka, dan mungkin perlu diadakan pelatihan khusus untuk itu :D

    BalasHapus
  4. ya mas. ramai membuat meme dan saling meledek. meramaikan hal yang tidak baik dampaknya hanya akan membuat suasana semakin tidak baik juga he3..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita dan orang-orang terdekat kita dijauhkan dari hal-hal seperti itu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....