Langsung ke konten utama

sebuah surat dari (ngakunya) malaikat

setelah  membaca puisi dua hurufnya Kaka Indra Haria Kurba, saya  melihat folder arsip dan mejaku yang terdapat pada aplikasi persuratan kantor tercintah, 

terlihat ada beragam catatan dan disposisi dari para bos kita, ada teliti pendapat, untuk diketahui, hadir bersama atau lainnya, ada banyak ragam kata katanya.

mungkin kalau untuk surat dengan substansi yang hampir sama, karena sudah dilakukan berulang ulang, mungkin sudah reflek saja menulskannya.  

Bagi yang sering mendapat undangan rapat, mungkin akan menuliskan catatan siapkan bahan, hadiri, wakili atau hadir bersama.

kalau yang biasanya mendapatkan permohonan tanggapan atau masukan, mungkin  akan menuliskan catatan teliti pendapat, selesaikan sesuai ketentuan, atau  bicarakan dengan saya, phone a friend , ask the audience atau fiftu fifty ( kaya sebuah acara tipi  yang)

saya  jadi membayangkan  kalau misalnya,

di inbox  masuk sepucuk surat,

pengirimnya  tertulis  malaikat,

judulnya di tulis  tebal "maklumat"

tujuan semua pemimpin  juga  rakyat,

umbian umbian atau para pejabat

isinya tak panjang  tak juga singkat, 

hanya beberapa  baris kalimat,

 "wahai tuam tuan terhormat, 

hidup ini teramat singkat ,

suatu hari kalian  dijemput malaikat,

meninggalkan semua yang kini melekat,

suami, istri, anak , cinta, pacar,  harta dan pangkat


tak ada yang tahu datangnya itu  saat ,

tiba tiba  saja tanpa tanda atau firasat, 

bahkan mungkin mereka yang dijemput  tak lagi sempat, 

melakukan hal sederhana meski sesaat, 

misalnya menutup satu rapat, 

membaca sebaris surat, 

menyelesaikan satu amanat 

atau  menulis sebaris nota pendapat,

semua tamat,  

tak peduli meski saat itu  badan yang  terlihat 

bahagia  dan sehat


kalau ada ini surat, 

kira kira akan seperti apakah,

disposisi dan catatan yang tersurat, 

apakah teliti pendapat 

atau akan beragam seperti biasa yang kita lihat

misalnya 

pejabat 1 " untuk perhatian"

pejabat 2 " teliti pendapat"

pejabat 3 " siapkan bahan"

pejabat 4 " kootdinasikan'

pejabat 5" arsipkan'

pejabat 6 " hadir bersama"

pejabat 7 "untuk diketahui"

pejabat 9 "siapkan bekal "

pejabat 10 "bicarakan dengan saya "
atau

pejabat 11 ' wakili  "


entahlah., ini tulisan apa yaa, gak jelas blas


Malam  mingguan,  4 septembet 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...