Langsung ke konten utama

LELAKI INI DAN PEREMPUAN ITU, DAN LELAKI ITU

"Melasi Ndhuk"* lirih Lelaki ini, dengan logat non Jawa-nya. Perempuan itu tidak peduli. Hangatnya pelukan Lelaki ini sudah cukup. Paling tidak, dia bisa berlabuh sesaat. Meluruhkan lelah, menumpahkan air mata. Perempuan itu juga tidak peduli, sudah berapa perempuan bersandar di sana. Baginya, saat ini Lelaki ini miliknya. Pemenang hatinya. Perempuan itu sadar, jalan hidupnya tidak sederhana. Apalagi cerita cintanya. Dia bukanlah puteri raja ataupun Cinderella. Tapi, apa tak pantas, sekali saja dalam hidupnya, menyerahkan hati kepada pemenangnya?. 

***

Di sudut lain dunia. Lelaki itu gelisah. Perempuan itu mulai tidak biasa. Telpon tak dijawab, pesan singkat tak berbalas. Arogansinya terganggu. Apa kekangnya sudah tak mempan?. Tapi ego-nya segera berbisik "sudahlah, bagaimanapun kamu tetap penakluknya, kamu pemiliknya". Bisikan yang menenangkannya. Menerbitkan sesungging senyum. Senyum kemenangan semu.

***

Ibarat syair lagu. Cinta Lelaki ini dan Perempuan itu bukan sekedar cinta biasa, yang sesaat dan trus hilang**. Tak terhitung hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tahun-tahun berganti. Ada masa dimana setangkai mawar putih dan sepotong coklat  menerbangkan diri. Ada saat diri hilang kendali. Lalu, asing. Namun, akarnya begitu kuat. Tak mati terpanggang panas timur matahari. Pun beku dalam salju abadi. Cinta mereka terhubung. Pesan rindu tersampaikan melalui mendung kelabu. Dahaga nafsu terpenuhi dalam deru hujan yang memburu. Mereka tak mencari akhir, karena memang tak perlu. Tak ada yang tahu.

***

Lelaki ini terus memeluk Perempuan itu. Erat. Hangat. Kemejanya sudah bersimbah air mata. Biar saja. Jika itu bisa mengurangi beban di dada. Andai bisa, jangankan kemeja, seluruh hatinya akan menampung semua air mata. Perempuan itu kesayangannya. Sosok sederhana namun sempurna. Meski ikhlasnya di luar nalar manusia, namun dia tempat sempurna untuk menghambakan cinta. Malam semakin tua. Gawai menjerit menyela romansa. "Mas, nyanyi dong" bisik Perempuan itu. Sedu reda goda menjelma. "Suara Mas sexy" rayunya. Lelaki ini hanya tergelak. Si gembil ini memang pintar merayu. Satu dua jangkrik mulai mengerik. Anak-anak muda bersantai di trotoar, menyesap kopi murahan dengan bahagia. Lelaki ini dan Perempuan itu tetap berpelukan, hingga masa tak kuasa lagi menunda. 


Jakarta, 25112022

* kasihan 

** Rasa Yang Tertinggal (ST-12)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...