Aku Bukan Lelaki Sempurna
Pagi itu rasanya enggan sekali untuk bangun dari tempat tidurku. Kepala terasa berat seperti ditindih berkarung-karung pasir. Cakrawala terlihat kelam bergelayut awan yang semakin hitam, sementara sisa rintik hujan dari semalam seperti tak pernah bosan membasahi bumi. Aku tertelungkup dengan guling di atas kepala ku. Sementara itu, istriku sudah berdandan rapi menungguku untuk pergi ke suatu pengadilan. Pikiranku menerawang jauh ke masa lalu, teringat saat awal perjumpaan dengan istriku, sama-sama menjadi calon mahasiswa di suatu perguruan tinggi di Jawa Barat. Kala itu mukanya tampak polos tanpa make up , dengan pakaian sederhana namun serasi dengan postur tubuhnya, tak salah jika ku sematkan, kamu adalah bunga desa. Sama-sama berangkat dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Perjumpaanku dengannya seperti sebuah takdir yang tak bisa ku tolak. Dari saling memandang, bertegur sapa, jalan bersama, lalu merajut asmara, semua seolah berjalan begitu sempurna. Hingg...