Postingan

KOLAK PISANG

Kerlap kerlip lampu kuota, Menerangi potongan pisang yang berjejal, Menembus kemacetan semangkuk kuah kelapa dan gula jawa Diiringi klakson bersahutan dari toa-toa parau musala Kepulan asap bosan keluar dari knalpot bising terlarang, Menggeber rindu melahap jarak yang tak berjarak, Menyalip senja yang biasanya sampai rumah duluan, Memboncengkan isi kerajaan, di atas sadel sempit kontrakan Kelak saat mudik dan pulang kampung sudah sama, Berjejal pantat truk bertato corona di pantura: Piye enak jamanku tho?

It always seems impossible until it's done

Cinta Dalam Semangkuk Sup Kaki Sapi

Kuperhatikan dengan segenap konsentrasi langkah demi langkah Syarif, orang yang telah mendampingiku mengarungi kerasnya kehidupan selama puluhan tahun. Aku mencoba menahan perasaan sedih karena melihatnya berjuang mencapai tempat yang telah ditentukan oleh terapis yang biasa dipanggil ke rumah. Masih lekat dalam ingatanku betapa gagahnya Syarif berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mendorong roda yang penuh dengan sayuran dari satu rumah ke rumah yang lain tanpa lelah. Impiannya hanya ingin membuat anak-anak kami mengenyam pendidikan yang tinggi. Bukan untuk kebaikannya sendiri tapi untuk kebaikan anak-anak kami sendiri. Tak pernah ada kata lelah dalam kamusnya saat itu. Ia hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya. Saat ini ia sedang berjuang meraih kembali apa yang dulu dimilikinya, yaitu pijakan kakinya agar kuat kembali menjelajah dunianya tanpa merepotkan orang lain. Kuusap air mata di pipi agar Syarif bisa melihatku semangat mendampinginya melewati hari-ha...

Taat Maklumat

Pedang terhunus, pistol terendus Sigap mengintai, tak kenal lalai Serentak beranjak, membentangkan tegak Perang tak kunjung usang, kian luas mengembang Pasukan bersorak maju, berharap hapuskan pilu Nahas mereka kembali tersedu, kenyataan memilih tetap sendu Bukan tidak gigih dalam berjuang, memang lawan di luar jarak pandang Menyerang gesit jasad yang sakit, berpindah tempat jejak tak sempit Berdiam dalam sangkar jadi pusaka, senjata mujarab agar tak mengganda Sayangnya banyak tak percaya, berlagak anti putus asa Ada merasa belum rela, abai demi lapar dan dahaga Tak sepenuhnya mereka salah, tapi banyak tabib mulai lelah Peluh menyentuh sekujur tubuh, terenyuhnya perantara sembuh Ingin rasanya sekadar menyeka, apalah daya tak menyentuh muka Tawa canda mengalirkan lega, masker rapat membuat tak bisa Bersandar sejenak hilangkan penat, apa lacur harus berganti hazmat Baiknya kita ulurkan tangan, maksimal meski tak bersentuhan Memaku laku di balik tembok, selepas ayam ...

Lelaki Tersayang

Nak, mendekatlah Tawarkan ibumu yang renta ini secangkir teh hangat Nak, duduklah di sebelah ibumu Berbicaralah apapun yang kau ingin ceritakan Nak, Ibu tahu kau sangat takut bulan April datang Kita hadapi bersama-sama Walaupun ayahmu tak bersama kita Jalanilah April ini dengan berani Nak, tak ada luka yang tak perih Ibu mengerti perihmu itu kau tahan cukup lama Sejak April pertama ayahmu meninggalkan kita Kau tahan luka itu dengan berani Nak, Ibu tahu kau tak mau terlihat lemah Kau selalu ingin jadi penjaga ibumu Kau tak pernah menangis di depan Ibu Namun Ibu tahu kau sering menangis diam-diam di kegelapan Keluarkanlah sedihmu, anakku Jangan kau tahan sendiri Tak mengapa pundak rapuh Ibu ini jadi tempatmu bersandar Walaupun ibumu sering terjatuh tapi ibu lebih kuat daripada yang terlihat Tak selamanya menangis itu milik anak perempuan, anakku Tak mengapa terlihat lemah di hadapan ibumu ini Kau pun perlu menghibur diri Untuk sejenak melupakan April kelabu-m...

Nak, tetaplah berdiam di rumah

Nak, tetaplah berdiam di rumah.. Di luaran  sana itu wabah, telah jauh  merambah, hampir semua wilayah, Satu persatu kota dan desa kita Telah disebut sebagai zona merah Syahdan para ahli berkisah Berdiam di rumah Adalah satu ikhtiar untuk mencegah Agar Virus tak menyebar laksana bah menyusupi tubuh yang mungkin lemah Atau menjadikan tubuh tubuh kuat, sebagai media  berpindah, menjangkiti ribuan lagi orang berimun rendah, Nak...kalau penyebaran virus tak tercegah, Kata mereka bulan bulan depan Keadaan kita akan kian susah tak akan banyak yang bisa dilakukan rakyat dan pemerintah Sebab Pasien rumah sakit tertumpah ruah, Obat-obatan, pelindung diri dan paramedis tak cukup jumlah. Prosedur penanganan  bisa jadi terpaksa diubah, Pasien ditangani dengan dipilah Mana yang mungkin tertolong,  mana yang keadaannya teramat parah, Sisanya pulang perawatan mandiri di rumah, sembuh atau parah hanya bisa  pasrah, Para Dokter dan Paramedis yan...

Kala Senja Kini

Gambar
Lama sudah tak bersua senja Sejak diseru di rumah saja Aku tahu kau selalu hadir Meski ku seringnya mangkir Semua sebab corona datang Mengalir deras bak banjir bandang Memaksa orang jaga kandang Demi upaya keras menghadang Maaf senja, Kini ku hanya dari balik kaca Biasanya menemanimu menyambut gulita Mari berdoa bersama, Semoga segera kita kembali jalan berdua

Isra' Mi'raj

Isra Mi'raj Ya Rasulullaah, betapa berat beban amanah risalah kenabian yang di letakkan dipundakmu Dicaci engkau, di sakiti jua dalam dakwahmu Namun isteri tercinta nan sholehah senantiasa menyemangati dan melindungimu Tibalah masa kesedihan mengiris hati Paman tercinta, Abu Thalib wafat tanpa sempat mengucap syahadat Dalam hitungan hari, pendamping setia nan sholehah, Khadijah sang Ummul Mukminin pun pulang keharibaan Illaahi Belum cukup ujian menerpa Kepiluan kembali menguji kesabaran Dakwah kepada kaum Thaif mendapat pertentangan Di usirnya engkau bahkan dilempari batu hingga terluka Mengalir darah segar dari pelipis sosok mulia Terduduk engkau di bawah sebuah pohon Hingga malaikat datang menawarkan bantuan tuk menimpakan bukit ke atas mereka kaum kuffar Namun engkau menolak tawaran tersebut dengan halus, karena engkau yakin anak keturunan mereka kelak akan mengikuti risalahmu Sedih, pedih, hancur dan remuk redam Engkau terima takdir dengan lapang dada Terp...