Langsung ke konten utama

Nama Baru Cama Cami : LOCOM... !!!

Hari pertama mahasiswa/i baru dikumpulkan untuk diberi pengarahan betul-betul menjadi hari yang penuh ketegangan. Yang pertama adalah bahwa kita ternyata belum bisa menjadi mahasiswa/i, masih calon !!! Makanya kemudian kita dipanggil ‘cama’ dan ‘cami’, calon mahasiswa dan calon mahasiswi. Untuk bisa menjadi mahasiswa/i, harus melewati dulu masa orientasi MPK (Masa Pengenalan Kampus) yang penuh dengan ‘teror’, dan waktu dikumpulkan pertama kali itu lah ‘teror’ itu dimulai…

Hampir semua cama cami panik, disamping banyak, tugas-tugas yang diberikan juga sangat aneh dan harus selesai pada hari pertama MPK. Tanpa semangat gotong royong, tidak mungkin tugas-tugas itu selesai sesuai target waktu yang ada. Saya ngontrak dengan sembilan temen baru. Dari sinilah saya bersama temen-temen kontrakan memulai ‘petualangan’ ini. Dan satu per satu tugas bisa diselesaikan, meski harus dengan penuh perjuangan. Tapi ada satu tugas yang sampai malam terakhir sebelum hari pertama MPK masih belum selesai : mengartikan nama baru cama cami.

Pada masa MPK memang masing-masing cama cami mendapat satu nama baru. Saya gak tahu nama-nama itu diambil dari istilah bidang apa, yang jelas ada yang namanya : Premium, dll. Namanya juga nasib, dari yang ngontrak disitu yang dapat nama aneh cuma saya : LOCOM… !!!

Hampir semua tugas sudah selesai, bahkan sebagian temen-temen kontrakan sudah bisa nyantai, hanya cek and ricek saja. Ada juga yang masih sibuk dengan tugas yang belum selesai. Sebetulnya saya termasuk yang sebagian besar sudah selesai, tapi nama baru LOCOM itu betul-betul bikin tidak tenang. Sampai pada pagi sebelum berangkat, masih juga belum mendapatkan informasi mengenai arti LOCOM itu, dan dengan bismillah, saya isi sebisa mungkin lah.

Hari pertama MPK, penuh dengan gojlokan, push up, scot jump, dst… Dari mulai karena sepatunya mahal (anak orang kaya), terus cukur rambutnya kependekan (waktu itu harus 1 cm sisanya) dll penyebab yang sebetulnya dicari-cari sama kakak kelas panitia waktu itu. Dan tibalah saat yang menegangkan bagi saya : ditanya satu per satu arti nama baru cama cami …. waduh… ini gara-gara LOCOM itu, jadi gak pede…

Ada yang benar isiannya, ada juga yang salah dan ada juga yang tidak diisi artinya. Tentu yang tidak push up hanya yang menjawab/mengisi benar arti nama barunya. Sementara saya, pasti disuruh push up (dalam hati saya begitu).

Sampailah giliran saya maju, sambil siap-siap untuk push up…

Kakak kelas baca isian jawaban saya, “SEJENIS TEMPE DARI JAWA BARAT … “

Sambil ketawa terpingkal-pingkal dia bilang, “Itu ONCOM goblok, sudah pergi sana…. “

Batinku, “Alhamdulillah gak push up… “

***

Hikmah : Anda harus berbuat sesuatu dengan berbagai kemungkinan resiko… karena kalau tidak berbuat sesuatu, resikonya sudah jelas…


Komentar

  1. Wkwkw,, dan sampai saat ini blm tau arti locom yaa Pak?

    BalasHapus
  2. sudaah... LOCOM (Lower Of Cost or Market), salah satu metode penilaian persediaan akhir barang jadi... gak akan lupa dengan LOCOM :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...