Langsung ke konten utama

Iradat Allah

Dulu saya terbiasa mempersiapkan segala sesuatu dengan terencana, dan bila ternyata acara/kegiatan pada akhirnya tidak sesuai dengan yang saya rencanakan, maka rasa dongkol pun memenuhi hati saya. Atau bila acara/kegiatan terus berubah-ubah dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan ketidakpastian tingkat tinggi, maka, bisa diprediksi saya akan merasa kesal, dongkol, marah, kecewa dan tidak bisa menerima semua itu.

Dalam perjalanan hidup saya akhirnya Allah, mempertemukan saya dengan orang-orang dan kondisi-kondisi dimana banyak sekali perubahan-perubahan rencana/acara/kegiatan yang harus saya alami. Awalnya hal ini sungguh menyiksa saya, namun akhirnya saya belajar sedikit demi sedikit untuk bisa menerimanya. Rupanya ini memang cara Sang Khaliq untuk merubah saya, karena apa yang menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik menurutNya.

Kadang kita lupa, kita mendikte Yang Maha Kuasa untuk mengikuti keinginan kita, padahal seharusnya kita lah yang mengikuti Iradat Allah.

Jakarta, 9 November 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.