Langsung ke konten utama

Gempa Bumi



Tapak-tapak tua berbekas di atas alas
Telah lama menghuni pongah berdiri
Peran penjaga bumi jatuh terjerembab dalam kerusakan
Gumpalan tanah yang jadi moyang dipakainya tumpuan kemaksiatan

Ingatkah engkau pada masa penciptaan
Malaikat sempat tak setuju penunjukan dirimu
Watak perusak jadi alasan ragu
Sang Khalik membelamu karena Dia yang Maha Tahu

Acuhmu masih saja meninggi saat petunjuk jelas menerangi
Larangan tetap kau daki, perintah beraninya kau kangkangi
Lirih nasihat tak lagi mempan
Teriakan peringatan tak jua menggetarkan

Kini penggenggam bumi bertindak
Al Malik menurunkan setitik kuasa yang dipunya
Membolak balik lempengan daratan
Mengangkat yang di bawah, meruntuhkan atribut lambang jumawa
Air asin pun diajaknya beranjak
Menggulung segala apa yang diajak
Sang Raja sejak lama telah berkata,
Musibah alam semesta adalah andil tangan manusia

Bukan...bukan hanya Palu - Donggala
Bukan pula waktu silam bagian barat nusa tenggara
Tapi seluruh insan di negeri Indonesia
Semua karena kalian, seluruhnya karena kita
Mereka jadi akibat teguran keras kepada kita
Mereka jadi akibat balasan atas dosa kalian

Apakah kini kalian hanya berdiri bersedih hati
Bermodal muka sedih yang tak tentu dari hati
Membiarkan mereka di sana menderita sendiri
Jadi penebus banyaknya dosa-dosa kita di sini
Bergerak dan bangun lah...
Ulurkan tangan suapkan bantuan
Sebagai permintaan maaf kita pada mereka
Yang luluh lantak oleh desingan teguran atas kesalahan masing-masing kita
Dan yang pasti, karena kita semua utuh bersaudara.

Komentar

  1. kesadaran akan keberadaan dirinya dan dimana dia berada adalah hal pertama yang harus dipahami oleh manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat pak, dan seringnya manusia tidak sadar akan hakikatnya

      Hapus
  2. Pesannya jelas mas. Hanya saja kadang keindahan perlu sedikit misteri.. he3..

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap pak, perlu diasah lagi jadi misterius, hehe

      Hapus
  3. Nasehat yang dibungkus dalam rangkaian puisi, keren!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....