Langsung ke konten utama

Legenda Rindu

Malam datang berkerlip bintang
Purnama pun tersenyum tenang
Merayu senang segera berkumandang
Usir resah rindu kan datang

Desir congkak mulai menjalar
Percaya penuh pada nalar
Tak mungkin berani rindu keluar
Hingga menyingsing waktu fajar

Tersadar ku telah alpa
Rindu datang dari penjuru semesta
Cepat menyerbu ke ruang hampa
Tak sungkan pada terang dalam gulita

Ingin rasanya kupukul alu
Agar ayam jantan terjaga dan berkokok merdu
Tepat saat rindu kurang satu
Biar kugenapkan jadi seribu




Komentar

  1. Entah, saya kadang merasa ada yang mengganjal dengan puisi yang amat sadar dirinya puisi. Ia menjadi ekspresi yang seperti 'tertahan' oleh kata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dia mas, kadang saya justru terjebak di situ, hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Kisah Iteung, Episode Eau de Toilette

Sore ini Iteung maksain aerobic di rumah diiringi lagu dangdut Terajana. Kebayangkan aerobic model apa yang dilakoni Iteung. Cuma nggak perlu dibayangin takutnya mual nanti. Asyiknya memang nggak tanggung-tanggung nih aerobic diiringi lagu dangdut. Serasa rumah lagi digoyang gempa dengan kekuatan 10 derajat Celsius. Ow ow salah ya. Maklum waktu sekolah Iteung selalu bolos pas pelajaran Geografi, jadinya buta hitung-hitungan gempa bumi. “Terajana..terajana lagunya lagu India .”   Lagunya bikin Iteung tambah lincah bergoyang sampai abis meja dan lemari ketendang-tendang kaki Iteung. Lagu yang luar biasa buat mengiringi aerobic sore ini. Sayangnya kurang pohon nangka aja buat dipeluk-peluk. “Ayo kang, ikutan!” Iteung teriak ngajak si Akang bergoyang. Si akang nggak nyahut dari kamarnya. Udah seharian ini dia asyik di kamar nonton film si Arnold Selau Segar yang judulnya Terminal apa gitu, Mungkin Terminal Pulogadung. Iteung nengok sebentar ke kamar, eh kenapa itu si Ak...