Pedang terhunus, pistol terendus Sigap mengintai, tak kenal lalai Serentak beranjak, membentangkan tegak Perang tak kunjung usang, kian luas mengembang Pasukan bersorak maju, berharap hapuskan pilu Nahas mereka kembali tersedu, kenyataan memilih tetap sendu Bukan tidak gigih dalam berjuang, memang lawan di luar jarak pandang Menyerang gesit jasad yang sakit, berpindah tempat jejak tak sempit Berdiam dalam sangkar jadi pusaka, senjata mujarab agar tak mengganda Sayangnya banyak tak percaya, berlagak anti putus asa Ada merasa belum rela, abai demi lapar dan dahaga Tak sepenuhnya mereka salah, tapi banyak tabib mulai lelah Peluh menyentuh sekujur tubuh, terenyuhnya perantara sembuh Ingin rasanya sekadar menyeka, apalah daya tak menyentuh muka Tawa canda mengalirkan lega, masker rapat membuat tak bisa Bersandar sejenak hilangkan penat, apa lacur harus berganti hazmat Baiknya kita ulurkan tangan, maksimal meski tak bersentuhan Memaku laku di balik tembok, selepas ayam ...