Langsung ke konten utama

Bunda

Terkenang belaian lembutmu tatkala kecil
Betapa sabar engkau mendidik kami

Terkenang senyuman hangatmu dikala santai
Betapa ramah dan bersahaja engkau mengasuh kami

Terkenang cerita seru saat kami kecil
Betapa bibir tipismu sangat lancar bercerita

Terkenang sosok tanpa pamrih bekerja demi keluarga
Betapa kuat energi yang engkau miliki

Jika kami boleh menghidupkan dan kembali ke masa lalu
Betapa kami ingin meminta maaf atas kekonyolan dan kebodohan saat itu

Perkenankan kami tetap mendoakan bunda yang telah tiada
Agar jiwa raga ini tetap kekal dan abadi di alam surgawi nanti



Reflkesi batin atas almarhum bunda
Sungguh berbuat berbaiklah saat beliau masih ada
Jakarta, 10 Mei 2017


Puisi ini dapat juga dilihat di https://rulyardiansyah.blogspot.co.id/

Komentar

  1. melankolis juga ternyata mas... baguss...
    tadi pagi baru rasan-rasan ttg tema : aku dan ayah...
    yg ini temanya : aku dan bunda... sip :D

    BalasHapus
  2. Ada juga Aku dan si Buah Hati..hehehehe

    BalasHapus
  3. Pak Ru, bisa berpuisi juga? Keren

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....